pelangi..pelangi...

pelangi..pelangi..
alangkah indahmu..
merah..kuning..hijau..
dilangit yang biruuu...

pelukismu agung...
siapa gerangan...
pelangi..
pelangi..
ciptaan Tuhann...

Minggu, 06 November 2011

Sedih itu, adalah....

Ini malam takbiran idul adha 2011.
Idul adha ketiga gue ngerayain ga dirumah.
 Ah, udah pada bosen kali ya ngedengerin rengekan gue kangen rumah. Tapi itu bener kok, bukan sandiwara. Apalagi sinetron.

Iya, ini malam idul Adha. Dan gue bersedih. Kalo lo ga ngerti what the meaning of bersedih, sekarang gue kasih tau.

Sedih itu adalah, saat lo denger suara takbir malam idul Adha membahana diluar sana, dan baru sadar kalo lo ga berada di tengah keluarga. Jauh di antah berantah perantauan.

Sedih itu adalah, kalo lo mau leha-leha di malam takbiran lebaran, hal itu ketahan sama ujian buat besoknya dan lo harus belajar materi ujian.

Sedih itu adalah, kalo lo noleh kanan-kiri di kamar, berharap menemukan seseorang yang bisa diajak ngobrol, eh yang ada malah seonggok dinding dingin yang punya muka rata. Serata nasib gue sekarang.

Sedih itu adalah, saat lo mencoba mencari hiburan alay di tivi, eh tipinya malah tewas gara-gara disambar petir beberapa hari yang lalu.

Sedih itu adalah, saat lo sms pacar berharap bisa nemenin lo ngobrol, si pacar lagi ga bisa nelpon karena ga ada pulsa, pas lo bersedia nelpon, si pacar malah asik maen PS bareng sepupunya.

Sedih itu adalah, saat lo udah males ngapa-ngapain di malam takbir, dan mutusin buat tidur supaya besok bisa bangun pagi. Eh ternyata lo ga bisa tidur.
 Maka dari itu, terbitlah tulisan ini.

Ah, hidup gue flat banget kalo udah begini.
Please banget lo percaya sama gue, hidup sendiri itu ga enak!
Barang siapa yang menyatakan udah bisa hidup sendiri, maka sesungguhnya ia telah hidup di jalan yang sesat dan merugi.

Selamat Idul Adha semuanyaa!
Semoga mbek dan moo yang besok mau ke surga besok, bisa ketemu sama gue di akhirat nanti.

Selasa, 01 November 2011

#Rn


Loving you is like being stupid, blind, and crazy together.
#Rn.

a letter.

Dear rendyas.

I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.
I miss you.

Yesterday, today, now, tomorrow, next month, next year.
Everytime I miss you, very much.

NP# Rindu-AgnesMo.

Kamis, 06 Oktober 2011

"kuasaku sepertinya"

karya Emka yang selalu ku puja.
kau bacakan untukku.


"Apa yang kurindukan saat ini?
Menangis di sudut bibirmu. Lalu, membiarkan diriku meratapi kebahagiaan yang menjamu barisan hari, saat atau tidak bersamamu.
Hari itu, detik ini, dan —mungkin, nanti.
Sejauh kaki melangkah, tak surut membabibuta jejakku menilas ranah penyatuan perasaan dari keterpisahan —jarak juga kenyataan.

Memerdekakan diri sejenak, lalu bertekuk lutut di hatimu —lagi, satu-satunya.

Entah dimana, dan kapan masanya. Hanya itu, kuasaku sepertinya".


sudah.
tanpa kau biarkan aku bicara sepatahpun.
kemudian kau lantunkan.

"ku nafas di jiwamu, kau pantai di lautku, terpaut hati ini cinta yang suci

niatku sampai matimu
mencinta hanya dirimu
haus jiwaku padamu ku cinta

jodohku maunya ku dirimu, hingga mati ku ingin bersamamu, ini ikrarku.
jodohku maunya ku dirimu satu cinta hingga ajal memisah aku dan kamu satu saling mencinta."


Kamis, 22 September 2011

"Resmi Jadian"

Saya punya pacar baru.
Yes. Di tahun terakhir ini saya punya gandengan baru.
Ga dikenalin siapa-siapa sih. Tau-tau dia dateng sendiri ke hidup saya.
Dan catat! Saya ga pake jasa biro jodoh juga buat suatu keajaiban ini.
Dia anak kampus saya juga.
Sebelum sama saya, pacar sebelumnya banyak banget. Bahkan yang saya denger, waktu itu dia sanggup pacaran pake metode multisystem. Dua atau lebih yang dia pacari dalam satu rentang waktu pacaran.
Buat saya, itu ga penting.
Itu Cuma masa lalu.

Nama pacar saya “Skripsi”. Unik kan namanya.
Saya sayang sama dia.
Semoga dia juga sayang sama saya.
Yaa, paling ga, saya bisa pacaran sama saya 6 bulan ke depan.
Setelah itu, saya udah punya rencana untuk mutusin dia. Yaa, putus baik-baik tentunya.
Pacaran baik-baik, putus juga harus baik-baik ya.
Ngomong-ngomong, tadi saya dikenalin ke papa nya dia. Hmm, bolehlah sekarang dibilang “camer” dong.
Trus apalagi dong nyebutnya? Dimana-mana kalo orang pacaran, trus kalo ketemu sama orangtua pacarnya pasti bilangnya “ketemu camer”.
Ya, walaupun saya tahu persis ga akan nikah sama dia. Tadi saya ketemu sama “camer”
Aduh gimana nih, “camer” saya keren banget loooh.
“Drs. Lisman Manurung, M.Si, Ph.D”.
Pertama kali ketemu beliau sih sebenarnya pas saya udah masuk semester tiga, dua tahun yang lalu.
Pertama kali ketemu beliau,  kesan pertama yang ada di otak saya sih “mukanya kok mirip pacar saya sih?” (baca: pacar sebenarnya)
Sejak itu, setiap mata kuliah beliau, saat saya sudah sangat mencoba memperhatikan beliau dengan serius, eh ujung-ujungnya pasti yang terlintas di otak saya “hmm. Mukanya mirip banget sih, kayak anak sama bapak beneran, berarti muka pacar saya ntar tuanya anggaplah seperti muka beliau, hehe”
Saya bersyukur loh, kalo saya kangen sama pacar (baca: pacar sebenarnya), bisa ngeliat muka beliau, sedikit ngobatin rasa kangen lah. Heeee.

Ih, ini lucu banget menurut saya.
Semester ini saya nyatakan saya pacaran sama “skripsi”, dan ternyata dapet “camer” yang mukanya mirip banget sama pacar saya yang lain. Hahaha.
Baiklah. Doakan hubungan saya dengan pacar baru saya dan camer saya ini berjalan dengan baik ya.
Dan tahun depan nama saya resmi dapet gelar SIA. Amiiiin.



Selasa, 13 September 2011

SaveUI


Hari ini, hari pertama saya kuliah di semester tujuh. Semester dimana saya resmi menjadi mahasiswa tingkat Akhir.
Semoga Tuhan memang bersama mahasiswa tingkat akhir.
Hari pertama ini.
Kampus sedang “ramai”
di kelas pun, dosen membahas masalah yang sama.
Selesai kuliah, saya makan siang di kantin fisip (takor).
Begitu euphoria penggulingan sepertinya sekarang ya.

Semua meja makan di kantin bertuliskan “UI not for sale”.


Di salah satu fakultas yang saya lewatin, saya nemu spanduk “Save UI”.


semoga cepat selesai masalahnya ya.

Peraduan

Mereka.






Kepoers.
Terimakasih telah membuat peraduan pencarian ilmu ini menjadi tempat yang nyaman di hari-hariku.


Fullhouse.
Terimakasih telah membantu meleburkan tanah orang ini menjadi seperti tanahku sendiri.


Terimakasih atas keceriaannya.
Terimakasih atas suka duka nya.
Terimakasih atas persahabatannya.