pelangi..pelangi...

pelangi..pelangi..
alangkah indahmu..
merah..kuning..hijau..
dilangit yang biruuu...

pelukismu agung...
siapa gerangan...
pelangi..
pelangi..
ciptaan Tuhann...

Minggu, 10 Oktober 2010

FULL HOUSE ^_^

Waaaahh…saya senang sekali bisa melaporkan cerita-cerita saya di blog ini lagi…
Haha. Setelah sekian juta tahun tulisan tertunda,,
Seandainya saya bisa setiap detik menceritakan kepada semua orang tentang apa yang saya rasakan, saya alami,, yaa..setidaknya saya bisa berbagi kepenatan..

Anda tahu..anda tahu???
Di depok saya punya rumah baru lhoooo..(yah, berhubung saya belum punya duit sendiri buat beli rumah,,,tapi tetep sah kan kalo rumah yang saya dan teman-teman saya kontrak boleh disebut rumah?)
Ya, jadi intinya saya mau cerita tentang rumah baru saya dan teman-teman saya (lebih tepat disebut kontrakan kali yaah..hee)

Saya rasa saya tidak perlu bercerita kenapa saya dan teman-teman saya lebih memilih hengkang dari kostan yang lama dan prefer untuk tinggal di dalam satu atap hingga merasakan senasib sepenganggungan dan  seperjuangan hingga lulus nanti..
Rumah kami ini kami sebut “full house”, haha,,pasti telinga anda gatal deh denger nama ini..

Bisa dibilang saya lah yang memberi ide untuk menamakan rumah itu, boleh jadi saya terinspirasi oleh cerita  salah satu serial korea yang booming itu lhooo…yaah, saat orang-orang pada heboh tentang korea, apalagi shinee lagi datang ke Indonesia, yaah paling tidak saya masih tau persis cerita tentang salah satu serial korea yang terkenal..hehe..iya anda benar, full house.
Kecuali anda tanya saya tentang boys before flower atau marry me atau apalah itu, saya tidak tahuu..
Atau saya harap anda jangan pake bahasa anyong-anyongan kalo ngomong ke saya yah,,
Yeobo, saranghae, oppa, onni, ottoke…krik..krik..saya binguungg… (ini yang saya rasakan jika teman-teman saya lagi sibuk ngomongin bintang-bintang korea yang mereka gilai)
Haha..
Baiklah-baiklah..kembali ke topik..

Kenapa rumah kontrakan saya dinamakan full house, iya sesuai namanya,,full.
Rumah kami berisi 8 orang…gimana gak full hayoo..haha..
Yaa..agak-agak romantis dikit bolehlah full orang, full barang, full persahabatan dan full cinta…haahaha..
Full house jadi full semuanya deh..
umi = ibu rumah tangga nya
yuli = bapak rumah tangganya
iik & novita = preman full house kalo bakal kira2 ada masalah terkait ketentraman hidup kita sekeluarga..hihi..
bety = ini nih juragan yang bijaksana,,bendahara umum full house..haha..
okta = si sekretaris umum...hahaha
nina dan eva = apa yaa? yang sok manja dan sok cengeng kali yaaa...hihiih..nurut aja laah..hehe..

Full house kami ini berada di jalan kapuk, terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, 3 kamar tidur, dapur dan dua kamar mandi..
Yaa,,lumayanlah buat segorombolan mahasiswa seperti kami ini yang punya prinsip “makan gak makan ngumpul”,
Hari pertama pindahan, walaupun stress ngeliat barang-barang tergeletak dimana-mana, kardus dimana-mana, plastik dimana-mana, koper dan tas dimana-mana, tapi kami senang, disambut sama yang empunya rumah beneran, sepasang suami istri paruh baya yang masih romantis walaupun sudah berumur, engkong dan nyai…

full house tampak depan



baru pindahan, jadi kayak kapal pecah

Engkong yang suka ngelucu menyambut kami dengan ramah, begitu juga dengan nyai yang perhatian dan juga ramah kepada kami, semoga kami bisa betah tinggal disini,,
Begitu juga bang kimo…anaknya engkong dan nyai yang selalu ngebantuin kami kalo lagi ada masalah perabotan dirumah, minta dibikinin tali jemuran lah, minta dicat baru lah, minta ngebersihin kamar mandi lah, minta ditebangin pohon lah, minta dibuating gantungan baju lah..hehehe…dibantu yak baaang…makasih bang..
2 hari semenjak pindah, full house kami sepertinya belum layak disebut rumah,,,seperti kapal pecaah…beresan barang-barang belum kelar,,
Baru hari sabtu dan minggu ini sudah mulai terlihat “rumah”nya..
Kondisi halaman yang rindang dan nkong dan nyai yang ramah, semoga bikin kami tambah betah dirumah ini…

Kamar saya, bety dan juga eva…



Kita bertiga berbagi ruang bersama,,haha..
Yaah, semoga rumah yang baru ini bisa menambah semangat saya dan teman-teman dalam melanjutkan hidup di depok yang penat ini..haha..



full house semangaaaaatttt! 

Sabtu, 02 Oktober 2010

GUE ANAK FISIP

Hallo teman-teman, lama tidak berjumpa dengan saya yaa, anda tahu kenapa? Ya ya ya karena saya sudah kuliah di kampus perjuangan, hahaha..
Baru dua minggu saya kuliah, rasanya udah lama banget, tugas udah main keroyokan aja nih, hadepin gue satu-satu dong kalo berani..hahaha…kegiatan organisasi juga makin menggeliat seperti ulat,hehe..
berhubung ini malam minggu, saya mau menari-narikan jari saya dulu..hehe..bolehlah refreshing sedikit (bahkan kenapa saya menganggap ini sebuah refreshing? haha)

Hari pertama saya menginjakkan kaki saya di kampus saya (FISIP UI) setelah hampir 4 bulan  berleha-leha dirumah, hal pertama yang saya rasakan adalah saya berasa masuk pasar. RAME GILAAA…
Bukan kabar baru lagi sih..kalo FISIP adalah fakultas di UI yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak, sekitar 8000 mahasiswa, untuk fisip saja! Jumlah ini disebabkan karena banyaknya jurusan dan program yang ada di fisip. Hal ini tidak sebanding dengan lingkungan fisip ui yang sempit untuk jumlah mahasiswa sebanyak itu.
Ya, sekarang saya mau berbagi cerita tentang fisip, fisip memiliki jurusan sebagai berikut :
I.      Program sarjana
1.      Ilmu komunikasi (kelas internasional dan regular)
2.      Ilmu hubungan internasional
3.      Ilmu politik (parallel dan regular)
4.      Kriminologi (paralel dan regular)
5.      Sosiologi
6.      Ilmu administrasi fiscal (paralel dan regular)
7.      Ilmu administrasi niaga (paralel dan regular)
8.      Ilmu administrasi Negara (paralel dan regular)
9.      Antropologi social
10.  Ilmu kesejahteraan social

II.   Program vokasi
Administrasi perpajakan, Administrasi asuransi dan aktuaria, Administrasi keuangan dan perbankan, Administrasi perkantoran dan sekretari, Penyiaran, Humas, Periklanan, Pariwisata

III.             Program magister
1.      Ilmu komunikasi
2.      Ilmu administrasi
3.      Sosiologi
4.      Ilmu politik
5.      Ilmu kesejahteraan social
6.      Kriminologi
7.      Ilmu hubungan internasional

FISIP UI

Fisip adalah salah satu fakultas yang memiliki lahan yang lebih kecil untuk jumlah mahasiswa sebanyak itu. maka saya informasikan kepada anda para pembaca jika adnda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke fisip, maka anda akan merasakan sensasi pasar, hahaha..atau sensasi huru hara berasa lahi di pasar festival.
Apalagi di jam-jam yang memang semua mahasiswa keluar kelas pada saat jam pergantian mata kuliah, pukul 08.00, jam sepuluh, jam setengah satu,,
Jangan pernah anda berpikir bahwa semakin sore fisip akan sepi, anda salah! Semakin sore fisip semakin ramaaaaiiii..

Yuukk, saya ajak anda menjelajahi fisip ui..berikut adalah tempat-tempat di fisip yang biasa ditonkrongin anak fisip..
1.      Takor ( Taman Korea), tempat ini adalah kantin fisip, saya juga tidak tahu kenapa dinamakan taman korea, hmmm, katanya sih karena letaknya deket taman yang mirip sama taman di korea, semoga anda beruntung jika berkunjung kesini pada jam makan siang, anda bisa menemukan satu meja kosong yang bisa anda tempati..
taman korea


kantin takor

2.      Takoru (Taman Korea Baru), kalo ini juga kantin yang ada di fisip, kenapa namanya takoru? Yaahh, mungkin karena dianggap taman korea versi duanya, letak kantin ini masih deketan dengan letak takor, dan tingkat kontaminasi takoru dari asap rokok masih tidak separah di takor. Menu-menu yang sajikan di takoru juga bukan menu yang berat.





takoru

3.      Reskor (Restoran korea), ini beneran ada lhooo..restoran korea yang isinya makanan khas sunda,,haha ga lah…restoran korea ya isinya makanan korea lah,,dan yang makan disitu juga orang-orang korea juga kayaknya, (berhubung fisip tetanggaan dengan fib, maka orang2 putih tinggi sipit itu sering makan di reskor)


reskor

4.      Bloc (Book Lounge and Café), tempat ini adalah toko buku kecil yang juga ada tempat makannya. Toko bukunya sih biasanya buku-buku materi kuliah, buku-buku karya dosen, atau buku-buku tulisan dari para ahli social politik (saya rasa buku karya Einstein dan phyhagoras ga ada disini), bloc bersebelahan dengan reskor.


bloc

5.      IT Center, Penjara, dan IT Corner. Nah,,ketiga tempat ini adalah tempat fotokopi dan print yang ada di fisip. Biasanya ramai pada jam pergantian kuliah dan akan menjadi tempat favorit menjelang musim ujian..yaaa karena semua mahasiswa mendadak rajin buat fotokpi bahan ujian, saking rajinnya catetan temen pun ikut di fotokopi..haha..

6.      KOPMA (Koperasi Mahasiswa), buat mahasiswa yang pengen mengganjal perutnya yang lapar, wajib ke tempat ini, biasanya mahasiswa yang kelar kuliah tidak lupa untuk mampir ke tempat ini. Aneka gorengan, aneka kue, cemilan, batagor, siomay dan minuman-minuman lainya. Masuk kopma, anda harus siap merasakan senggol sana senggol sini, karena tempatnya kecil banget.





7.      MBRC (Miriam Budiarjo Resourch Center), tempat ini adalah tempat favoritnya mahasiswa fisip deh kayaknya, haha,, (menurut survey saya sih), tempat ini adalah perpustakaan fisip ui. Bangunan yang mempunyai tiga lantai ini selalu ramai dikunjungi mahasiswa. Lantai 1 biasanya berisi2 mahasiswa yang sibuk ngenet atau bergelimpangan di lantai atau sofa buat ngerjain tugas kelompok. Di lantai 1 terdapat puluhan unit computer yang bis a dipake buat nyari bahan kuliah online. Lantai dua biasanya terdiri dari orang-orang yang juga sibuk nyari buku, diskusi, baca Koran, atau nonton berita di ruang diskusi. Kondisi di lantai dua agak sedikit lebih tenang daripada di lantai 1. Yuuk kita naik ke lantai tiga, disini suasana jadi tambah hening lagi, dimana saya baru berasa bahwa saya memang sedang berada di perpustakaan (karena lantai  dan 2  yang rebut dan bising, tidak layak disebut sebagai perpustakaan, hehe) lantai 3 ini spertinya berisi orang-orang yang mengerjakan tugas sendiri atau fokus dengan tugas skripsinya.


mbrc lantai 3


mbrc lantai 2




mbrc lantai 1




mbrc tampak luar

8.      Coffee Toffee, tempat ini baru banget ada di fisip, karena liburan kemaren belum ada, eh pas saya masuk udah ada aja. Tempat ini kayak ..yaa..sesuai namanya, tempat dimana mahasiswa ngobrol sambil join-join kopi…



9.      Plaza, tempat ini berada di tengah-tengah fisip, disertai dengan taman-taman dan bangku-bangku yang bisa dipake mahasiswa diskusi atau ngerjain tugas. Biasanya sih plaza dipake ngumpul-ngumpul angkatan acara-acara BEM atau buat aksi-aksi fakultas gitu dehh…




plaza

10.  Taman Teletubis, saya tidak begitu mengerti kenapa dinamain itu, sepertinya dilihat dari bentuk tempatnya yang menyerupai dunia rumah teletubis yang berbentuk lingkaran dan berbukit-bukit gitu…fungsinya hampir sama dengan plaza


taman teletubis

11.  Teater Kolam, bentuknya unik, kayak panggung yang membentuk lingkaran dengan tiang-tiang di sekelilingnya, letaknya di deket takor dan takoru, fungsinya sama seperti plaza dan taman teletubis…




teko (teater kolam)

12.  Mushola …pada jam-jam sholat, mushola akan selalu ramai, apalagi waktru zhuhur, bayangkan sebagian besar mahasiswa berada di musola yang cukup besar menurut saya tetap aja sumpek dan sempit..




Hehe, sekian presentasi saya, hahaha,,siapa tahu nanti saat anda mengikuti kuis dan ada pertanyaan seputar tempat-tempat di fisip, anda akan menemukan jawabannya disini,hehe
Aahh, kampus sayaaa,,tinggal dua tahun lagi nih main disini,,

Saya inget sekali yel-yel pas masa ospek saya dulu..
Ef i es i pe, ef i es i pe, gooooo fisip, go go fisip go go, fisip go, goooo fisip…! Yeaaahh..



*foto : sumber internet dan hasil jepretan pribadi

Minggu, 19 September 2010

Peace is BEAUTIFUL



Selamat malam teman-teman, sekarang entah kenapa saya tiba-tiba ingin membahas kasus yang beberapa hari ini menjadi trending topic di beberapa berita nasional, kasusnya adalah mengenai penganiayaan beberappa jemaat HKBP yang ada di Bekasi terkait dengan lahan pendirian tempat ibadah yang tidak sesuai dengan prosedur. 

Saya terinspirasi dari opini yang saya baca di kompasiana beberapa jam yang lalu, dari seorang pendeta toraja, setelah membaca opini nya menurut saya sederhana, tetapi saya mempunyai sedikit pendapat yang sama dengan beliau, berikut adalah opini nya, :
“apakah agama itu kejam???, sebuah pertanyaan yang pernah diajukan oleh seorang kawan yang hendak melangsungkan pernikahan dengan saudara yang berbeda agama. rencana tersebut mendapat reaksi keras dari kedua orang tuanya, demikian pun dengan sang pacar mendapat kecaman yang sama. perbedaan agama ke dua saudara tersebut meruntuhkan/mengalahkan cinta tulus. apakah agama memang dihadirkan oleh Allah dalam rangka memisahkan cinta kasih manusia?  apakah agama sengaja dihadirkan dalam dunia untuk membuat manusia saling menghakimi satu dengan yang lain. apakah Allah begitu kejam. atau jangan-jangan Allah tidak pernah menghendaki agama itu ada didunia???.

semua pertanyaan ini perlu kita refleksikan sebagai orang ber-agama. mengapa justru perbedaan agama memicu kita untuk saling menghakimi. mengapa kita tidak pernah melihat nikmatnya hidup dalam kepelbagaian. bukanka kita percaya kepelbagaian adalah anugerah Allah, dan kita tidak mungkin diciptakan sama. kau dan aku memang berbeda, tetapi kau dan aku adalah satu sebagai ciptaan.”


sebenarnya saya miris mendengar berita-berita seperti itu seliweran di angin Indonesia, mana bukti semboyan “Bhineka Tunggal Ika” itu? mana bukti kalo Indonesia adalah Negara yang kaya akan pluralisme dan Indonesia bangga akan itu semua?..
kenyataan yang terjadi di Indonesia justru berbicara hal yang bertentangan, kenapa masyarakat Indonesia tidak bosan-bosannya mencari kesibukan untuk sekedar mencari musuh dengan alih-alih setia dengan agamanya? Saya rasa Presiden tidak perlu dipusingkan dengan masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi ini?

Menurut saya sederhana, masyarakat Indonesia hendaknya telah memiliki kesadaran hukum, bila semua penduduk Indonesia hidup dengan mematuhi peraturan yang telah dibuat, maka saya rasa Indonesia akan senantiasa hidup dengan aman, tenteram dan damai.
Satu kuncinya, “HUKUM”, aspek hukum yang belum jelas di Indonesia baik itu formulasinya, implementasinya, dan bahkan evaluasinya menurut saya masih sangat keteteran.

Terkait dengan masalah yang telah saya singgung sebelumnya, bukankah konstitusi dasar Indonesia telah menjelaskan masalah agama dengan jelas? Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 Hasil Amandemen :” Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”

Saya rasa bunyi pasal itu cukup jelas ya, AGAMA masing-masing, tugas kita hanyalah menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi perbedaan tersebut. Lalu kenapa seolah-olah orang Indonesia justru sering mengabaikannnya?,
Ya seperti yang saya bilang tadi, apabila segala sesuatu mengenai apapun dilakukan sesuai dengan prosedur, hukum dan ketetapan yang telah ditetapkan, maka saya rasa tidak akan terjadi konflik antar agama.
Saya belajar dari beberapa kasus yang terjadi di Indonesia selama ini,
Saya jadi ingat lirik lagu, “Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskah aku lantas pergi, meski cinta tak kan bisa pergi”.

Tuhan itu satu saudara-saudara, saya yakin bahwa semua menganggap hal yang sama, tetapi memang ada beberapa agama yang saya tahu mempunyai multinitas, tapi pada dasarnya Tuhan yang dianggap Agung pasti hanya satu. Yang berbeda hanyalah cara kita memanggilnya, cara kita menyembahnya, cara kita bersyukur kepadanya, dan cara kita memahami “apa yang seharusnya” kita pahami dari setiap ajaran-ajaran yang telah kita yakini.

Pada dasarnya kita semua meyakini adanya dosa dan amal kan? Surga dan neraka kan? Baik dan buruknya kan? Pantas atau tidaknya kan?
Keyakinan itu menurut saya bersifat sangat personalis, jika kita mengusik atau mengganggu ketertiban orang lain, maka kita juga tidak akan diganggu atau diusik bukan? ( memang orang Indonesia sepertinya tidak bisa hidup tanpa harus mengganggu orang lain ya?)
Pembakaran gereja, pembakaran Al-quran, penistaan agama, masih banyak lagi kasus-kasus yang mengatasnamakan agama,
Jika mendengar berita-berita seperti itu, batin saya bergejolak, saya memiliki teman-teman yang berbeda agama dengan saya, katolik,protestan,hindu,budha,konghucu. Bahkan saya pun masih memiliki sanak saudara yang juga berbeda agama dengan saya.
Kami? Persahabatan dan persaudaraan yang kami jalani masih terasa indah, bahkan sangat indah, saya pernah merasakan bagaimana indahnya hubungan yang terjalin, dimana kami bisa saling menghargai dan menghormati bahkan kami bisa saling membantu jika ada masalah di salah satu kami.
Lalu, yang saya ingin tanyakan, ada yang salah dengan itu semua?

Jika saya tetap memiliki keyakinan yang dalam pada agama saya, contoh : islam, lalu apakah salah jika saya berteman dengan orang katolik, orang Kristen, orang hindu atau orang budha? Lalu apakah salah jika saya dilahirkan di keluarga yang juga memiliki silsilah dengan orang-orang tersebut? Apakah saya akan harus bilang, “mereka bukan teman saya” atau “mereka bukan keluarga saya”, lalu apakah saya juga salah jika jatuh cinta dengan orang-orang tersebut?
Sejujurnya, saya masih belum menerima jawaban yang memuaskan tentang pertanyaan saya itu…

Kadang saya pernah berpikiran lancang untuk bertanya kepada keyakinan diri saya sendiri, “kalau Tuhan menginginkan semua orang menyembah dengan cara yang sama, lalu mengapa diciptakan semua hal yang berbeda itu?” saya sependapat dengan opini pendeta yang telah saya tulis sebelumnya, namun saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan opini jika “Allah/Tuhan itu kejam”,

Menurut saya, tujuan hidup semua manusia itu adalah MATI, semua agama pasti mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan, agar manusia tidak sombong, agar manusia tidak serakah, dan TENTUnya agar manusia tidak saling bermusuhan bukan?
Jadi intinya, kenapa sih kita begitu repot-repot untuk menciptakan konflik demi “sesuatu” yang masih bisa kita anggap semu? (saya anggap sih masih semu),

Toh Tuhan kita masing-masing memang menginginkan kita selalu senantiasa berjalan di jalan-Nya, tetapi bukan berarti senang dengan cara kita yang selalu mengajak untuk saling bermusuhan bukan?
Saya bingung…

Yah sudahlah, intinya saya hanya sedih jika harus mendengar berita adanya konflik yang memojokkan salah satu agama, saya tidak punya niat apa-apa, saya hanya ingin mengutarakan apa yang saya pikirkan selama ini, mohon maaf jika tetap ada pihak yang tersinggung, saya hanyalah seorang yang mencoba ingin hidup damai, saya hanyalah seorang pribadi yang ingin terus mencoba memperbaiki KONDISI DIRI SAYA SENDIRI DENGAN TUHAN, nanti dululah saya ngurusin orang ( kasarnya sih gitu),
kita itu satu teman, kita adalah MANUSIA, bukankah hidup dengan penuh kasih sayang dan tenggang rasa adalah impian semua orang ya? *setidaknya itu yang saya pelajari ketika saya masih SD dulu dalam pelajaran PPKN..

Jumat, 17 September 2010

Great of 3 Months

Hari ini adalah tanggal 17, berarti kemarin tanggal 16, dan besok adalah tanggal 18, besoknya lagi 19, besoknya lagi 20… Haha, jika anda menganggap saya aneh karena seperti orang yang baru saja belajar berhitung, ya tidak apa-apalah, anggap saja saya memang sedang berhitung, menghitung hari…



 “menghitung hariiiii, detik demi detik,,,,” 
Besok tanggal 18 saya berangkat lagi ke Jakarta, ke depok lebih tepatnya, Jika anda bertanya dalam hati,”lalu apa urusannya dengan saya?”, ya gak ada sih, berhubung anda terlanjur membaca blog saya, maka teruskan saja bacanya yaaa..hehe 

Sudah beberapa hari sejak idul fitri saya belum sempat melihat dunia perblog-an lagi, baru sekarang saya sempat menulis posting lagi. Tadi kita ngomongin apa sih? Menghitung hari ya.. Iyaa, sekarang saya lagi menghitung hari, sebenarnya lebih tepat jika saya menghitung jamnya,, Besok, saya akan kembali meninggalkan rumah, meninggalkan kota Palembang tercinta ini, demi menuju kampus perjuangan (kata orang-orang sih, kampus saya kampus perjuangan), kalo kata saya sih EMANG BENER, butuh perjuangan yang ekstra untuk bisa melewati hari-hari di kampus itu..(haha agak lebai sih), demi menuntut ilmu dan mengejar masa depan yang lebih baik, saya rela merantau ke ibukota meninggalkan keluarga tercinta.

Senin ini saya mulai kuliah, itu artinya saya harus mulai serius lagi, liburan sudah selesai saudara-saudara! ( padahal sebenarnya liburan udah selesai dari dulu, saya aja yang meliburkan diri, hehe) Ga ada lagi bangun jam sembilanan pagi, ga ada lagi leha-leha makan tinggal makan, ga ada lagi mau pake baju tinggal pake, ga ada lagi guling-guling di depan tv, ga ada lagi gangguin ayuk dan mama saya tidur, ga ada lagi maen sama temen-temen lama, ga ada lagi ngerayu2 papa supaya dibolehin bawa mobil, ga ada lagi diledekin sama nenek saya kalo saya lagi maen krumahnya, ga ada lagi ngobrol di kamar berduaan sama mama, ga ada lagi gangguin ayuk saya pacaran di telepon, ga ada lagi ngebuatin teh buat papa dan mama sore-sore..

ruang tengah saksi momen-momen di rumah

Hal-hal sepele itu, harus saya tinggalkan dulu selama beberapa bulan ini… sekitar 5 bulan lagi saya harap masih bisa merasakan hal-hal itu lagi.. Liburan tiga bulan ini, liburan yang biasa-biasa saja, gak ada jalan-jalan piknik atau menginap di villa, Hanya dirumah saja, tapi kata RUMAH itu adalah kata yang sangat berarti bagi saya.. (saya yakin anda yang perantau juga sependapat dengan saya) Beberapa kejadian dan peristiwa yang juga biasa-biasa saja telah saya alami selama liburan tiga bulan ini, tapi saya cukup senang dengan semua itu, 

JULI
Minggu pertama pulang, huru-hara persiapan pernikahan kakak pertama saya sudah mulai heboh dirumah saya (maklumlah, berhubung ini hajatan besar yang pertama kali di keluarga inti saya, makanya agak sedikit heboh kedengerannya, padahal biasa aja sihh..hehe) Momen pernikahan kakak ini membuat saya bertemu banyak orang, keluarga dan sanak saudara yang jarang ketemu bisa berkumpul di momen ini, saya senang sekali, saya juga bisa mendapatkan keluarga yang baru,keluarga ayuk ipar saya yang seru-seru. Melihat anak-anak kecil dan sepupu-sepupu kecil saya berkicau disana sini, semakin membuat saya sadar bahwa saya sudah setua ini ternyata… 
Senang sekali rasanya.. 

Pertemuan saya yang terakhir dengan laki-laki itu juga terjadi di liburan tiga bulan ini, kali ini perasaan yang saya rasakan bercampur aduk, antara senang, sedih, lega, pelajaran yang saya dapat dari pertemuan itu sangat berharga, saya bisa merasakan apa makna sesungguhnya dari KETULUSAN, RELA BERKORBAN, SALING MENERIMA, KOMITMEN, SALING MEMBERI, dan JUJUR PADA DIRI SENDIRI. Terima kasih RJS yang juga sudah turut menambah cerita liburan saya tiga bulan ini, semoga kita selalu senantiasa bahagia. 

AGUSTUS
Marhaban ya Ramadhan, saya rasa anda juga tahu bagaimana rasanya jadi saya anak perantau saat itu bisa merasakan puasa pertama dirumah bersama keluarga. 

Berita duka. Nenek saya dari sebelah mama saya menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 14 agustus lalu. Kepergian beliau kami rasakan sangat mendadak, momen pernikahan kakak saya menjadi momen terakhir saya dan beliau bisa bertemu. Saya yang tadinya memang berencana untuk liburan beberapa hari ke pagaralam untuk menemani nenek saya yang kesepian sepeninggal kakek yang lebih dahulu berpulang, Yaa, rencana saya memang terwujud, pergi ke pagaralam, tapi bukan untuk menemani nenek, tapi untuk mengantarkan nenek menuju peristirahatan terakhirnya. Selamat jalan, Nek… 


Gak lupa pesan nenek ke nina, “nina, nanti kalau udah lulus kuliah dan jadi orang yang sukses, jangan sombong sama keluarga…”, nina akan inget itu nek… 

SEPTEMBER
IDUL FITRI, hari yang fitrah, lagi-lagi saya tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT, masih bisa dipertemukan dengan puasa dan lebaran, terlebih lagi saya bisa melaluinya ditengah-tengah keluarga saya. Terimakasih Ya Allah… 

 Itu adalah momen-momen besar yang saya rasakan di liburan tiga bulan saya ini, saya tidak peduli jika anda menganggap dalam hati hal-hal itu adalah biasa-biasa saja.. Itu belum termasuk momen-momen kecil yang juga saya rasakan indah, saya bisa ketemu temen-temen saya, waktu saya dan rici ditahan sama petugas parkir PIM gara-gara struk parkirnya jatuh dan ilang (berhubung saya tidak punya SIM dan tidak bawa STNK, maka ditahanlah kitaa.. haha) setelah kejadian itu saya dan rici hanya bisa ketawa-ketawa di atas motor sambil perjalanan ke rumah, waktu saya ngobrol sama rati seharian di kamar saya ( ga jauh-jauh obrolan nya pasti nostalgia zaman SMP..zaman-zamannya ngatain orang..haha), waktu magrib-magrib datang kerumah rici buat nyanyiin happy birthday di hari ultahnya sambil bawa kue, naik motor sama rati malem-malem gelep-gelepan gara-gara lampu motornya mati, sempet ngumpul bareng henni dan marsa (walaupun harles ga ikut), ngabisin waktu setengah harian bareng vani, trus nyari tiket balik ke jakarta bareng ima di detik-detik terakhir liburan kami ( sempet beberapa kali belok ke arah jalan yang salah..haha).. 




Momen sederhana itu semua, cukup mewarnai liburan saya tiga bulan ini, entah kenapa liburan ini saya begitu berat untuk balik lagi ke Depok, apa karena terlalu lama dirumah sehingga saya sudah terlanjur  betah dan enggan tinggal di tempat lain, ah entahlah… (toh, teman2 perantau lain pasti juga merasakan hal yang sama)

Saya harap saya masih bisa merasakan hal-hal sederhana itu lagi di liburan yang akan datang, 

Terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat, 

Selamat datang semester lima, mudah-mudahan saya sudah merasa siap lagi untuk tiap hari begadang buat ngerjain tugas kuliah, tiap hari bingung mau cari makan apa, numpukin pakaian kotor yang nantinya bakal dicuci dan disetrika sendiri ( daripada duitnya abis buat ngelondri, mending buat nambahin duit jajan saya ajaa,,haha), pulang malem lagi, bolak-balik stasiun pocin atau kober lagi,,FISIP lagi, MBRC lagi, FORBI lagi, FSI lagi, 

SEMANGAAAAAATTTT!!!! Demi S.IA UI …



Rabu, 08 September 2010

Tradisi Idul Fitri

"Baju baru, Alhamdulillah..tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama..Ketupat sayur, Alhamdulilah..tuk dimakan di hari raya, tak ada pun tak apa-apa, masih ada nasi uduknya.."

Anda tahu dan ingat lirik lagu ini? Saya yakin jika anda lahir tahun 1990 an pasti anda membaca lirik lagu ini sambil senyam-senyum (iya kan?? Ayo ngaku ajaa..saya juga gitu..) Lagu ini dulu pernah booming banget di kalangan anak-anak, bukan anak-anak saja sebenarnya, semua kalangan mungkin pernah mendengar lagu ini, lagu yang dipopulerkan oleh Dea Ananda, penyanyi cilik jaman itu, lagu yang berlirik sederhana tapi enak didengar dimana di dalamnya juga terdapat pesan yang bersifat sederhana.. 

Hari ini, adalah H-2 Idul Fitri 1431 Hijriah, sudah tidak perlu lagi saya jelaskan kepada anda bahwa hari-hari tersebut seluruh umat muslim di Indonesia bahkan di dunia sibuk untuk mempersiapkan diri di hari lebaran, mulai dari baju baru, sepatu baru, jam tangan baru, bahkan ada juga yang ingin tampil dengan motor baru atau mobil baru (waaahh…) Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, bahwa hari-hari menjelang lebaran tempat-tempat yang ramai dikunjungi adalah Pasar, Mall, Terminal, Stasiun, Bandara, Pelabuhan, dan Toko Emas. 

1. Pasar. 
Yang ini jangan ditanya lah ya, semua orang berbondong-bondong pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan lainnya, apalagi kalau bukan buat beli mukenah baru, beli baju, sepatu, aksesoris, atau membeli kue-kuehan atau apa-apa ajalah yang penting bisa dipajang pas lebaran nanti. 
Dulu waktu saya masih kecil ( saya yakin anda juga begitu ) mama saya pasti sibuk milih-milihin baju baru buat saya pakai hari lebaran nanti. Dulu, hari pertama lebaran mama biasanya memakaikan saya baju yang baru aja dibeli itu, lalu mama akan berkata,”waah,,cantiknya anak mama pake baju baru..”, lalu saat silahturahmi bersama keluarga di rumah kakek dan nenek, saya dan sepupu-sepupu saya biasanya saling memamerkan baju baru kami dihari lebaran, (haha, lucu ingetnya). Sekarang saat semua sudah beranjak dewasa, saya tidak lagi merasakan ngebetnya dibeliin baju lebaran oleh mama. 

Yang ingin saya rasakan di hari lebaran adalah nikmatnya saat saya bisa bangun di subuh hari, menunaikan sholat subuh dan mendengarkan suara takbir yang berkumandang dari mesjid (percayalah, jika anda mendengar suara takbir setelah sholat subuh sambil memejamkan mata, anda bisa merasakan besarnya rasa syukur sehingga kadang-kadang sampai meneteskan air mata, itu yang sering saya rasakan ), bukan itu saja, nikmat idul fitri yang ingin saya rasakan terus-menerus dimana pagi-pagi saya bisa berjalan bareng keluarga menuju mesjid untuk menunaikan sholat Id, 

 suasana sholat Ied

pulangnya bersalam-salaman dengan para tetangga. 
Setiba dirumah, bagian ini adalah bagian yang biasanya bikin “hujan lokal” (itu istilah dari papa karena biasanya kita nangis bareng, makanya dibilang hujan atau banjir lokal), iyaa, saya dan keluarga saling bermaafan dan saling berpelukan saling memaafkan kasalahan masing-masing. 

Udahan nangisnya, itu si ketupat, opor ayam, bebek sambal, rendang, sayur buncis, sambal kentang goreng ati lengkap dengan kemplangnya sudah menanti di meja makan, ini nikmat yang luar biasa Ya Allah, makan bersama keluarga di hari yang fitrah. 

 hidangan lebaran

Nah, Kalau yang ini, saya tidak tahu apakah ada juga tradisi seperti ini dirumah anda, dimana saya dan kakak-kakak saya duduk rapi di ruang tengah sambil memasang muka paling manis sedunia..haha.. ”ini hadiah lebarannya..selamat lebaran yaa”, kalimat itu biasanya yang kita nantikan dari papa dan mama, tentu saja disertai dengan THR nya,,haha,,. Berhubung sekarang kedua kakak saya uda kerja, maka yang hanya ada pelaku tunggal yang akan meneruskan tradisi itu sekarang, yaitu Saya..haha.. 
Jadi, THR saya bisa jadi super double triple, dari mama, papa, ayuk, dan kakak,,hahaha.. 

Jam sepuluhan biasanya saya sekeluarga meluncur ke rumah nenek untuk kumpul keluarga besar, di tempat ini saya masih harus memasang tampang paling manis sedunia karena berharap ada THR dari kakek nenek, pakwo makwo , om tante, kakak ayuk, hahaha…( kabar gembiranya adalah ini tidak lagi dirasakan oleh kakak dan ayuk saya yang udah kerja karena justru giliran mereka membagikan THR untuk para adek sepupu. 

Acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman dengan seluruh anggota keluarga besar dari pihak Ayah saya, lalu apabila semua anggota telah lengkap hadirnya acara pun dilanjutkan dengan makan-makan ketupat bareng-bareng (hal inilah yang menyebabkan berat badan orang-orang naik drastis saat lebaran, makan-makan mulu! Padahal tadi udah makan dirumaah,,belum lagi suguhan kue-kuehan nya…ya sudahlah, kalo bukan lebaran, kapan lagi..heee) 

 kue-kue lebaran

kumpul-kumpul biasanya berlangsung hingga sore, sore hari biasanya pulang kerumah dan masih harus menyiapkan segala sesuatu apabila ada tamu yang datang, tetangga, kerabat atau sahabat. 

Hari lebaran kedua biasanya mulai melakukan tradisi keliling Palembang, iyaa, semua rumah anggota keluarga yang kemarin ngumpul-ngumpul didatengi satu persatu pada hari ini, rumah pertama yang dikunjungi biasanya rumah anak yang tertua dulu, berhubung papa saya anak kedua, jadi rumah saya dapat giliran kedua (padahal ga juga sih, biasanya kita ngunjungi rumah yang paling jauh dulu, baru yang deket-deket terakhiran aja), ini nih serunya…biasanya ramai-ramai sekitar 3 mobil yang huru-hara kesana kemari melakukan ritual sanjo (bahasa palembang : silahturahmi pada saat lebaran) pada hari ini biasanya terasa sangat capek karena biasanya pulangnya malem banget. 

Naah, kalo udah memasuki hari ketiga, acara mulai berjalan sendiri-sendiri, papa dan mama, saya, kakak, dan ayuk biasanya sudah punya schedule sanjo sendiri-sendiri..haha.. 

2. Terminal,Stasiun,Bandara dan Pelabuhan. 
Tempat ini juga mendadak ramai didatangi orang. Demi bisa nyampe di kampung halaman, mereka rela desak-desakan di tempat-tempat tersebut. Bahkan bandara pun sudah ikut-ikutan terasa sumpek kalo udah masuk musim mudik ini. Saya sudah merasakan hal itu. Sejak 2 tahun lalu saya kuliah diluar Palembang, saat musim lebaran pun saya mulai panik untuk mencari-cari tiket buat pulang ke Palembang. Saya sangat takut kehabisan tiket ( dan seperti yang saya bilang tadi, demi bisa mudik ke kampung halaman, saya rela melakukan apa saja, rela! Haha) 


Lebaran tahun pertama saya kuliah, saya harus rela mudik dengan bus karena tiket pesawat yang mencapai harga satu juta lebih...Untuk hal ini saya perlu memberitahu anda bahwa perjalanan yang saya tempuh dari Jakarta menuju Palembang yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 16 jam, namun hal itu TIDAK BERLAKU pada saat musim lebaran ini saudara-saudara. Dan Anda tahu? Waktu yang diperlukan untuk sampai di Palembang adalah 28 JAM! Dan saya pernah merasakan itu! Namun berkali-kali saya ingatkan kalau saya rela menempuh perjalanan tersebut sampai saya tidak merasakan kalau saya masih punya pantat (saking lamanya saya duduk di dalam bus), saya rela asalkan nyampe ke Palembang dan berlebaran dirumah, saya RELA! 

Saat saya duduk didalam bus menanti perjalanan pulang ke Palembang, saya masih bisa tersenyum sumringah (bicara dalam hati,”yes, saya mudik!), namun kesenangan saya hanya berlangsung singkat saat bus saya naiki terjebak macet di jalan, yaa..inilah kota Jakarta! Ibukota Republik Indonesia! Kalo gak macet patut dipertanyakan “kejakartaannya”, jalan-jalan di ibukota semakin parah macetnya saat musim sibuk mau lebaran ini, 2 jam macet di Cawang, 1 jam macet di Pancoran, 1 jam macet di Daan Mogot, ayo sudah berapa jam yang saya habiskan untuk nasib malang itu? 

 antrian gerbang tol

Oke, setidaknya saya bisa menyinggungkan senyum di bibir saya ini saat saya lihat bus yang saya tumpangi mulai memasuki TOL MERAK, apalagi setelah saya mencium bau laut pertanda kalau bus akan SEGERA menyebrangi selat sunda meninggalkan pulau jawa menuju pulau sumatera. Ternyata kata “SEGERA” saya itu sangat salah, saya berasa nerima kertas hasil ujian yang di atasnya ditulis nilai 0 sebesar-besarnya. 

Perlu saya klarifikasi, bus saya masuk ke pelabuhan Merak pukul 7 malam, dan mulai mengantri untuk masuk kapal, saya sangat tidak beruntung pada waktu itu karena cuaca tidak sedang bersahabat sehingga jadwal keberangkatan kapal menjadi terlambat, belum lagi ngantrinya, 

 antri masuk kapal 

Jadi sejak pukul 7 malam tersebut, bus yang saya tumpangi baru masuk kapal jam 5 subuh! (bagaimana, anda kaget kan? Sebaiknya anda senang karena anda tidak merasakan penderitaan saya waktu itu), Ya sudah, intinya saya tiba dipalembang waktu itu pukul 9 malam esoknya dan tiba dirumah pukul 10 malam. Rasanya waktu itu badan saya sudah hancur lebur tak mempunyai tulang belulang lagi, (tapi pas saya pegang kaki saya, ternyata belum copot, masih terpasang ditempatnya) 

Itulah segelintir pengalaman yang saya rasakan ketika mudik, belum lagi setelah mudik ke Palembang kerumah saya, ternyata saya harus mudik lagi ke pagaralam ke kampungnya mama saya, yang harus di tempuh selama 8 jam, OKE! Saya hadapi itu! Dan sekarang saya berada dirumah sejak H-3 bulan lebaran, jadi saya tidak merasakan huru haranya mudik, tahun ini juga saya tidak mudik ke pagaralam. Jika saya menonton tivi yang acaranya semua pantauan aktivitas mudik, ngeliat orang-orang yang dari Jakarta mau mudik ke jawa dengan menggunakan kereta api ekonomi (saya rasa mereka sudah siap untuk dijadiin manusia setengah ikan asin atau manusia setengah pepes, bukan manusia setengah dewa) tapi saya yakin dibalik kenekatan itu saya juga bisa merasakan betapa semangatnya mereka demi bisa berlebaran dikampung halaman bersama keluarga. 

Pernah saat saya tidak bisa pulang kerumah pada saat Idul Adha, karena waktu itu sedang musim UTS,, saya dan teman-teman terpaksa harus tinggal diasrama karena lusanya sudah ada ujian. Anda percaya? Pagi-pagi saat perjalanan menuju mesjid di dekat asrama, saya meneteskan air mata karena ingat tradisi di rumah yang biasanya ke mesjid bareng-bareng, saat itu saya sangat sedih karena jauh dari keluarga saat Idul Adha, ga enak banget Ya Allah. Belum lagi di asrama mana ada hidangan lebaran yang biasanya dirumah berlimpah, POKOKNYA GAK BANGET! Jangan lagi Ya Allah.. 

3. Toko Emas, 
tempat ini juga merupakan tempat yang ramai dikunjungi orang menjelang lebaran termasuk oleh kawanan perampok (terinspirasi oleh berita sekitar 2 minggu lalu yang ngebahas tentang kasus perampokan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia). Entahlah, mungkin orang –orang sengaja mendatangi tempat ini untuk membeli perhiasan baru (ya doong, kan lebaran saatnya pamer kalung baru ke tetangga, hahaha, ibu-ibu sih biasanya gitu) atau justru mereka pergi ke toko emas untuk menjual perhiasan yang nantinya duitnya bakal dipake buat beli baju baru dan ketupat opor bebek, haha. Eits, ada lagi orang-orang yang sengaja datang buat “nyuci” gelang atau kalung mereka (biar yang palsu bisa keliatan seperti asli pas lebaran ntar, haha) ..

Idul Fitri, hari yang sangat bermakna bagi seluruh umat muslim di dunia, hari dimana semua umat merasakan kemenangan setelah melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan. Hari yang suci dimana semua dosa telah diampuni dan semua salah telah dimaafkan. Seharusnya yang harus disiapkan di hari yang fitri adalah niat dan hati yang tulus, baju baru, sepatu baru, aksesoris baru sebaiknya hanya dijadikan simbolitas saja, karena di hari yang fitri kita terlahir menjadi pribadi yang baru dengan niat yang tulus serta memulai kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulang dosa-dosa yang telah kita lakukan sebelumnya. 

Idul fitri adalah saat yang tepat untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas semua dosa yang telah kita lakukan, serta tidak lupa untuk senantiasa bersyukur untuk setiap cercah nafas yang masih diberikan, setiap molekul oksigen yang bisa kita hirup setiap harinya, setiap detak jantung yang masih bisa kita rasakan setiap detiknya, setetes darah yang mengalir di dalam nadi kita. Untuk setiap nikmat sederhana itu saja kita bisa merasa sangat kecil dihadapan Allah SWT, apalagi untuk nikmat yang luar biasa berupa kesehatan, kekayaan, serta kekeluargaan yang masih bisa kita rasakan sampai saat ini. 


Selamat Idul Fitri 1431 Hijriah, Mohon maaf lahir batin. Semoga Allah menerima amal dan ibadah kita dan senantiasa diberi keberkahan kepada seluruh umat di dunia. 

reff : 
" hari raya idul fitri, bukan untuk berpesta-pesta, yang penting maafnya, lahir batinnya....untuk apa berpesta-pesta, kalau kalah puasanya, malu kita kepada Allah yang Esa,..
Baju baru,,Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama..."

*foto dari berbagai sumber