are two different things, but of different things that are sometimes able to produce something very beautiful, rainbow named.
pelangi..pelangi...
pelangi..pelangi..
alangkah indahmu..
merah..kuning..hijau..
dilangit yang biruuu...
pelukismu agung...
siapa gerangan...
pelangi..
pelangi..
ciptaan Tuhann...
Senin, 04 Juni 2012
Sabtu, 02 Juni 2012
Substitute
"Once, I was your best friend.
Yesterday, I was your lover… or was it your substitute?
Today, I am just somebody that you used to know.
Oh well.
Better than a subsitute."
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/Simanjuntak, Sammaria.
Sastra Sakit Hati
Makanya kenapa satra sakit hati laku keras.
We need someone to put up in words, explain, all the bittersweet memories we got.
No wonder Adele got a grammy and sell million of records in the age of 21.
Cause only a twenty year old can put sakit hati in such an angry yet beautiful words.
Those older are just too wise to be that angry.
I wanna be 21 and angry but I guess I am a bit too wise now to curse you and tell to your face never mind I’ll find someone like you.
Cause even with alll the bitterness,
I am still grateful I got you.
But a song like Jason Mraz is a bit too nice for us.
There is no ‘it’s okay if you have to go away’ cause I am miserable with you… As well as without you.
So no hope in writing something like ‘I will always love you’ cause a big part of me hates you.
A part as big as the love you so?
Jadi sastra sakit hati seperti apakah yang akan gue tuliskan buat lo?
Ah sudah banyak lagu peter pan. Tinggal pilihlah salah satu.
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
We need someone to put up in words, explain, all the bittersweet memories we got.
No wonder Adele got a grammy and sell million of records in the age of 21.
Cause only a twenty year old can put sakit hati in such an angry yet beautiful words.
Those older are just too wise to be that angry.
I wanna be 21 and angry but I guess I am a bit too wise now to curse you and tell to your face never mind I’ll find someone like you.
Cause even with alll the bitterness,
I am still grateful I got you.
But a song like Jason Mraz is a bit too nice for us.
There is no ‘it’s okay if you have to go away’ cause I am miserable with you… As well as without you.
So no hope in writing something like ‘I will always love you’ cause a big part of me hates you.
A part as big as the love you so?
Jadi sastra sakit hati seperti apakah yang akan gue tuliskan buat lo?
Ah sudah banyak lagu peter pan. Tinggal pilihlah salah satu.
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
Unknown Number
Unknown number calling.
Unknown, but I know it by heart.
Blocked, but I know you by heart.
Deleted, but too late. I know it by heart.
A life in your bag is nice, but I am made for the sun.
The sun is no place for secrets.
It spares no time for tears.
It’s the land of honest and passionate life.
So I keep my unknown number in the deepest part of my heart.
Where no sunlight can burn you alive.
Where you are no longer unknown.
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
Unknown, but I know it by heart.
Blocked, but I know you by heart.
Deleted, but too late. I know it by heart.
A life in your bag is nice, but I am made for the sun.
The sun is no place for secrets.
It spares no time for tears.
It’s the land of honest and passionate life.
So I keep my unknown number in the deepest part of my heart.
Where no sunlight can burn you alive.
Where you are no longer unknown.
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
18052012
18.
Istimewa.
Bergelimang doa dan selamat serta jabat hadir di tanggal ini.
19 20 21.
Selalu nama yang berbeda.
00.00 Masih belum terpejam.
Tidak berharap apa-apa, hanya ingin terpejam.
Alarm berbunyi pertanda reminder menyala.
Bertuliskan “Happy birthday, 21!”
Entahlah apa fungsi dari reminder itu, seolah mengganggap akan ada kemungkinan untukku tidak mengingat ulang tahun sendiri. Hanya, saat itu aku hanya ingin pejam sejenak. Bersyukur.
7 menit. Hening.
Dering lagi pertanda pesan.
Just lazy to move. Don’t know. but wanna know.
Yuyun is the first one. sent me a birthday message.
Hening. Hingga terpejam.
02.00.
Dering lagi pertanda panggilan.
Hening. Then guitar’s sounds.
Singing. Birthday songs by Corrine May.
Just listening. Tahu persis siapa pemilik suara.
Dyas. My everlasting friend. Yes, friend. It sounds better.
Thanks Dyas.
Good morning.
Today was clearly.
Setelah subuh, saya ingin sekali berjalan keluar. Menghirup nafas pagi hari, menyapa kedatangan sang matahari.
Meninggikan diri mengandaikan putri yang ditemani 4 kurcaci cilik (baca: adik2 sepupu)
#Bahagia itu sederhana.
Ketika sepagi itu membuka pintu rumah disambut oleh ucapan selamat meriah dari keluarga besar.
Satu persatu jabat dan peluk terasa hangat pagi itu.
Allright. It is my birthday.
And look what happen after then. It’s gonna be surprises for today.
Hmm. mari buka jejaring sosial F dan T, ada apa disana?
Di F sepi. Ya. Karena saya sengaja menghide profil tanggal lahir di timeline.
Tujuannya ya memang itu. melihat siapa yang benar-benar ingat tentang tanggal ini.
Ya setidaknya untuk mereka yang pernah dekat atau masih dekat hingga sekarang.
Buka T. wah, ramai.
Yuyun si pelaku pertama yang mengirimkan pesan birthday juga jadi orang pertama yang mention di T.
Ya. Media.
Ada berjuta-juta jari yang lincah yang masih berseliweran di dunia maya di tengah malam itu, hanya sekedar mengisi waktu sebelum mereka tidur, yang biasanya akan berujung pada kekepoan.
Satu persatu notifikasi mention bermunculan.
Happy birthday @ninameilisa.
Nanti saja membalasnya, pikirku. Saat detik-detik menjelang 18 ini berakhir.
Pagi ini.
Sahabat fullhouse menelpon, bernyanyi happy birthday bersama untuk saya.
Rati menelpon, mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya.
Vani mengirim gambar cantik dengan pesan ulang tahunnya.

Dan beberapa pesan yang masuk dari sahabat (yang benar-benar ingat )berisi ucapan selamat ulang tahun, ada yang diakhiri dengan icon :) dan ada juga yang diakhiri dengan icon :*
Ucapan selamat juga datang dari para adik-adik sepupu yang menjabat tangan saya sambil menciumnya.
“selamat ulang tahun, Yuk Nina”
Ulang tahun kali ini benar-benar ramai.
#bahagiaitusederhana
Siang berlalu.
Mari intip F dan T. kondisi masih sama.
Di Timeline F, ada Fani. Teman sebangku zaman kelas 2 SMP menulis ucapan selamat.
Siang berlalu.
Sampai ada kabar duka. Ibu dari seorang sahabat yang saya tunggu juga ucapan selamat darinya.
Ibunya meninggal siang itu.
Saya menghembus nafas sedih ketika tahu.
Mendadak saya berharap hari itu adalah bukan tanggal 18, bukan hari ulang tahunku.
Bukanlah tidak menyedihkan, ketika tanggal yang kita anggap sebagai tanggal bahagia,
menjadi tanggal yang mungkin paling dibenci oleh sahabat sendiri.
Bukanlah tidak menyedihkan, ketika tanggal yang kita anggap sebagai tanggal kita harus bersuka,
menjadi tanggal yang paling berduka bagi sahabat sendiri.
Tidak ada lagi senyuman siang itu, yang ada hanya rasa sakit yang ikut mengalir dalam darah,
ketika melihat sahabat menangis dipelukan kita.
Tak ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan seorang Ibu, saya rasa.
Sore berlalu.
Masih ada beberapa pesan yang masuk ke handphone,
berisi ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman (sekali lagi, yang benar-benar ingat).
Sebagian lagi pesan dari sahabat yang bukan berisi pesan ulang tahun,
yang berujung pada ucapan selamat ulang tahun, karena saya yang mengingatkan.
Malam berlalu.
Well, it’s time for reply all mention on T.
Jeger. Semakin banyak reply, semakin banyak pula yang mention.
Well. Nina, it’s your birthday.
#bahagia itu sederhana.
Usia 21. Begitu banyak anugerah Allah yang diberikan kepada saya.
Usia 21. Semoga bisa menjadi makhluk Allah yang lebih baik untuk dunia dan akhirat.
Terimakasih.
18. Pesan ulang tahun kali ini ditutup oleh Ima, sahabat saya di Kemas UI.
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
Istimewa.
Bergelimang doa dan selamat serta jabat hadir di tanggal ini.
19 20 21.
Selalu nama yang berbeda.
00.00 Masih belum terpejam.
Tidak berharap apa-apa, hanya ingin terpejam.
Alarm berbunyi pertanda reminder menyala.
Bertuliskan “Happy birthday, 21!”
Entahlah apa fungsi dari reminder itu, seolah mengganggap akan ada kemungkinan untukku tidak mengingat ulang tahun sendiri. Hanya, saat itu aku hanya ingin pejam sejenak. Bersyukur.
7 menit. Hening.
Dering lagi pertanda pesan.
Just lazy to move. Don’t know. but wanna know.
Yuyun is the first one. sent me a birthday message.
Hening. Hingga terpejam.
02.00.
Dering lagi pertanda panggilan.
Hening. Then guitar’s sounds.
Singing. Birthday songs by Corrine May.
Just listening. Tahu persis siapa pemilik suara.
Dyas. My everlasting friend. Yes, friend. It sounds better.
Thanks Dyas.
Good morning.
Today was clearly.
Setelah subuh, saya ingin sekali berjalan keluar. Menghirup nafas pagi hari, menyapa kedatangan sang matahari.
Meninggikan diri mengandaikan putri yang ditemani 4 kurcaci cilik (baca: adik2 sepupu)
#Bahagia itu sederhana.
Ketika sepagi itu membuka pintu rumah disambut oleh ucapan selamat meriah dari keluarga besar.
Satu persatu jabat dan peluk terasa hangat pagi itu.
Allright. It is my birthday.
And look what happen after then. It’s gonna be surprises for today.
Hmm. mari buka jejaring sosial F dan T, ada apa disana?
Di F sepi. Ya. Karena saya sengaja menghide profil tanggal lahir di timeline.
Tujuannya ya memang itu. melihat siapa yang benar-benar ingat tentang tanggal ini.
Ya setidaknya untuk mereka yang pernah dekat atau masih dekat hingga sekarang.
Buka T. wah, ramai.
Yuyun si pelaku pertama yang mengirimkan pesan birthday juga jadi orang pertama yang mention di T.
Ya. Media.
Ada berjuta-juta jari yang lincah yang masih berseliweran di dunia maya di tengah malam itu, hanya sekedar mengisi waktu sebelum mereka tidur, yang biasanya akan berujung pada kekepoan.
Satu persatu notifikasi mention bermunculan.
Happy birthday @ninameilisa.
Nanti saja membalasnya, pikirku. Saat detik-detik menjelang 18 ini berakhir.
Pagi ini.
Sahabat fullhouse menelpon, bernyanyi happy birthday bersama untuk saya.
Rati menelpon, mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya.
Vani mengirim gambar cantik dengan pesan ulang tahunnya.

Dan beberapa pesan yang masuk dari sahabat (yang benar-benar ingat )berisi ucapan selamat ulang tahun, ada yang diakhiri dengan icon :) dan ada juga yang diakhiri dengan icon :*
Ucapan selamat juga datang dari para adik-adik sepupu yang menjabat tangan saya sambil menciumnya.
“selamat ulang tahun, Yuk Nina”
Ulang tahun kali ini benar-benar ramai.
#bahagiaitusederhana
Siang berlalu.
Mari intip F dan T. kondisi masih sama.
Di Timeline F, ada Fani. Teman sebangku zaman kelas 2 SMP menulis ucapan selamat.
Siang berlalu.
Sampai ada kabar duka. Ibu dari seorang sahabat yang saya tunggu juga ucapan selamat darinya.
Ibunya meninggal siang itu.
Saya menghembus nafas sedih ketika tahu.
Mendadak saya berharap hari itu adalah bukan tanggal 18, bukan hari ulang tahunku.
Bukanlah tidak menyedihkan, ketika tanggal yang kita anggap sebagai tanggal bahagia,
menjadi tanggal yang mungkin paling dibenci oleh sahabat sendiri.
Bukanlah tidak menyedihkan, ketika tanggal yang kita anggap sebagai tanggal kita harus bersuka,
menjadi tanggal yang paling berduka bagi sahabat sendiri.
Tidak ada lagi senyuman siang itu, yang ada hanya rasa sakit yang ikut mengalir dalam darah,
ketika melihat sahabat menangis dipelukan kita.
Tak ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan seorang Ibu, saya rasa.
Sore berlalu.
Masih ada beberapa pesan yang masuk ke handphone,
berisi ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman (sekali lagi, yang benar-benar ingat).
Sebagian lagi pesan dari sahabat yang bukan berisi pesan ulang tahun,
yang berujung pada ucapan selamat ulang tahun, karena saya yang mengingatkan.
Malam berlalu.
Well, it’s time for reply all mention on T.
Jeger. Semakin banyak reply, semakin banyak pula yang mention.
Well. Nina, it’s your birthday.
#bahagia itu sederhana.
Usia 21. Begitu banyak anugerah Allah yang diberikan kepada saya.
Usia 21. Semoga bisa menjadi makhluk Allah yang lebih baik untuk dunia dan akhirat.
Terimakasih.
18. Pesan ulang tahun kali ini ditutup oleh Ima, sahabat saya di Kemas UI.
“In this world, where everything seems uncertain, only one thing is definite, I will always be your friend beyond distance. Let me be, the last one who wish you a grateful birthday! I’m wishing you a full of happiness life, being a stronger and wiser adult woman (yes, we gonna be an adult :P) I just want to let you know that you are precious friend and family for me. Should you need someone to lean on, I will always be here for you, just like I’m looking forward to many more of our fun time and happiness :)”
re-posted: http://ninameilisa.tumblr.com/
Katanya
Dibalik “cie” ada kecemburuan
Dibalik “gpp” ada masalah
Dibalik “terserah” ada keinginan
Dibalik “yaudah” ada kekecewaan
Jadi, mending stop pake kata-kata itu kayanya.
source: http://nuckyornella.tumblr.com/
Kamis, 03 Mei 2012
Happy Birthday, Papa.
Laki-laki ini.
Hari ini usianya kembali bertambah.
Hari ini. Saat pertama aku membuka mata dari lelap tidur, aku mengingatnya.
Entah kenapa kali ini aku ingin sekali menjadi yang pertama yang member ucapan selamat untuknya.
Aku kirim pesan selamat ulang tahun untuknya.
Ah, pasti dia baru bangun.
Atau mana mungkin dia sudah menatap handphone sepagi ini.
Pesanku dibalas tidak terlalu lama ternyata. Aku senang.
Dia.
Laki-laki yang selalu kubanggakan.
Dengan segala kekurangannya sebagai manusia.
Namun aku tetap bangga kepadanya.
Laki-laki yang selalu menaruh segenap perhatiannya untukku.
Tidak pernah lupa memberiku semangat dan mengingatkan aku untuk sabar saat aku mengeluh dengan kesulitan yang aku rasakan.
Bahkan aku hampir tidak pernah mendengarnya mengeluh untuk setiap peluhnya.
Selalu aku bisa merasakan segenap doa dan dukugannya di setiap langkahku.
Sekalipun tidak pernah dia tunjukkan, tapi aku tahu.
Pantang menyerah. Kulihat sifat itulah yang selalu membara dalam hidupnya.
Apa adanya, tidak dibuat-buat, dan sederhana.
Sifatnya yang ini yang sampai sekarang member banyak inspirasi dalam hidupku.
Tak jarang aku menyimak dengan seksama pesan-pesan yang dia sampaikan untukku.
Tak jarang pula aku menangis diam-diam setelahnya.
Menangis terharu, atau menangis bersyukur karena dia masih ada disisiku.
Masih selalu ada untuk membimbingku.
Sebelum dan sampai aku menjadi si bungsu yang harus sekolah jauh dari rumah, dia pasti tidak akan membiarkan aku kesusahan.
Selalu berusaha membuatku nyaman tanpa ada hambatan dan halangan yang aku rasakan sendiri.
Dulu bahkan sampai sekarang, sesibuk apapun dia, selalu dia sisihkan waktu untuk mengantar dan menjemputku. Bahkan saat aku tak memintanya.
Dulu bahkan sampai sekarang, seletih apapun dia, selelah apapun dia, selalu dia sempatkan waktu agar kami bisa bercengkrama, mengajakku ke suatu tempat, mengajariku sesuatu hal yang baru.
Kadang aku merasa, aku membuatnya kecewa, saat ajakannya aku tolak hanya karena aku ingin tinggal agar tidak terlewat tontonan favoritku.
Atau tidak jarang aku menolak karena malas beranjak.
Tak jarang juga mungkin aku membuatnya kecewa karena ulahku,
Tapi aku tahu, maafnya akan selalu ada untukku.
Kadang aku sebal padanya, saat dia mulai terlalu posesif dan bersikap berlebihan kepadaku.
Tapi perlahan aku sadar, pasti selalu ada alasan dibalik semua itu, dia ingin aku dalam keadaan baik-baik saja.
Laki-laki ini, yang namanya menjadi satu-satunya nama di daftar 10 panggilan tak terjawab di kedua ponsel yang aku pakai.
Begitu khawatirnya saat aku tidak mengangkat telepon dan tidak membalas pesan. Kemudian akan menghubungiku nomor temanku saat tak jua dia dengar suaraku.
Laki-laki ini, satu-satunya yang aku tunggu pesannya masuk setiap hari di ponselku.
Namun tak perna ku katakan padanya.
Dia.
Laki-laki yang selalu berusaha membuat aku tertawa, membuat kami tertawa.
Dia.
Laki-laki yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku, untuk kami.
Di hari istimewanya ini, aku ingin sekali menulis tentang dirinya.
Selamat ulang tahun, Papa.
Terimakasih telah menjadi Papa yang terbaik bagi anak-anakmu.
Semoga Papa diberikan senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, keberkahan, dan kebahagiaan oleh Allah SWT.
Selasa, 01 Mei 2012
Bye April, Welcome May
April yang luar dari biasa.
Apa yang paling patut kita syukuri dari semua yang telah kita perjuangkan selama kurang lebih 4 tahun ini.
tak terkecuali dari kalimat “selamat Nina, kamu dinyatakan lulus”.
Seakan teringat semua keluh, semua peluh bahkan keringat yang pernah ada menjadi bagian dalam perjalanan mencari ilmu di tempat ini.
Memang, semua orang akan dan bahkan merasakan hal ini.
Tapi lebih menjadi suatu kebahagiaan tersendiri saat kita lah yang melalui semua itu dengan tidak mudah, bukan berarti tidak menikmati semua proses itu,
tapi boleh dibilang itu menggapainya bukanlah semudah membalik telapak tangan.
Setidaknya salah satu hikmahnya, kita bisa menghargai diri sendiri dan orang lain atas sekecil apapun usahanya.
“Develop a passion for learning. If you do, you will never cease to grow.” -Anthony J. D'Angelo
April yang luar biasa,
bertemu dengan seseorang yang baru,
darinya saya bisa belajar sesuatu, lagi-lagi sesuatu tentang diri sendiri.
Tentang menghargai diri sendiri, dan membahagiakan diri sendiri.
Mungkin benar apa yang dikatakan sebagian orang,
Terkadang kita lebih lega jika berbagi sesuatu dengan seseorang yang tidak kita kenal,
karena lebih jujur dan apa adanya.
Belajar dari Dinda, belajar bagaimana mengalahkan idealita logika menjadi realita, murni, apa adanya, tidak bertopeng dan tidak berpenutup muka lainnya.
Hanya inilah kita, kita dengan apa yang kita inginkan.
Tidak ditipu oleh pencitraan yang kita bangun sendiri.
“baik itu relatif, gue ga perlu memaksakan jadi orang yang baik, asal gue tahu mana yang benar” –Adinda Garini
April yang luar dari biasa,
Sehangat-hangatnya tempat yang pernah kita injak.
Sebuah tempat yang bernama keluarga adalah tempat yang paling hangat.
Sesuatu yang bisa kita sebut keluarga, dimana memang kita merasa hangat didalamnya.
Tempat berbagi keluh kesah, berbagi kebahagiaan, seperti beban tidak terlalu berat bila dipikul bersama keluarga.
Rasa hangat yang timbul dengan sendirinya, tidak bisa dijual beli dan tidak ada hitam diatas putih.
Iya, Kemas.
Kita adalah keluarga.
Rasa hangat yang sempat hilang perlahan bisa kembali seiring dengan pengalaman yang luar biasa bersama keluarga ini.
Kembali mengingatkan, bahwa kita memanglah keluarga. Terimakasih Kemas.
“Be courteous to all, but intimate with few, and let those few be well tried before you give them your confidence.” -George Washington
April yang luar dari biasa.
Tidak butuh peristiwa besar untuk kita sadar akan kekeliruan dalam hidup kita selama ini.
Terlepas dari lalai atau tidaknya kita melakukan kesalahan yang sama tanpa sengaja.
Menjadi penting, saat kita menyesalinya sekarang, dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
Menjadi penting, saat kita mampu mengambil hikmah dari segala peristiwa yang tidak kita inginkan, dan bersiap untuk kembali menerima peristiwa yang lebih lagi suatu saat nanti.
Menjadi penting, saat sekarang mampu bersyukur diatas seberapapun kondisi yang kita anggap sebagai kesusahan sekarang,
dan tetap yakin akan selalu ada kemudahan nantinya. Bersyukur masih memiliki mereka, ayah, ibu, kakak, adik, yang kadang-kadang kita lupa akan “peran” mereka lah yang mengalir di setiap kekuatan kita melangkahkan kaki ke arah yang lebih baik.
Yang kadang kita lupakan, doa mereka lah yang mengiringi pencapaian kita sampai detik ini.
Bersyukur masih memiliki mereka, teman-teman yang tidak hanya ada di saat suka. Tetap memberikan senyum dan tangan tulus mereka di posisi terlemah kita.
Bersyukur diberikan kondisi tubuh yang sehat, dan berusaha menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk hal yang berguna dan bermanfaat, mengejar kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.
Bersyukur, diberikan rezeki dan rahmat oleh Allah. Tidak kelaparan dan tidak merasakan kesusahan orang-orang diluar sana yang tidak seberuntung kita, dan berusaha untuk turut menyisihkan rezeki dan merasakan indahnya berbagi.
Bersyukur masih berada ditengah-tengah kenikmatan itu semua.
“I love life because what more is there.”-Anthony Hopkins
April yang luar dari biasa.
Menyaksikan sendiri kisah yang mungkin sebuah bukti sederhana bahwa memang dunia bukan akhir dari perjalanan ini.
Harta, tahta atau kenikmatan dunia lainnya hanya sampai dunia saja. Setelah dunia, bekal hanyalah amal ibadah kita.
Berdoa dan berusaha semoga menjadi pribadi yang tidak terlalu ambisi dengan nikmat dunia.
Tidak lupa dengan Tuhan. Amin.
“kadang-kadang dari hal-hal yang kecil yang itulah, kita bisa dapatkan sesuatu yang sangat besar” -Dewi Puspa Sari
April yang luar dari biasa.
Sekian tahun bolak balik menata hati,
bolak balik menghilangkan rasa atas nama “perbedaan”. Akhirnya kita tahu makna dari semua rencana Tuhan selama ini.
Akhirnya kita tahu makna dari keikhlasan yang tulus dari dalam hati.
Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah satu-satunya yang menentukan.
Dan rencana Tuhan pastilah lebih indah.
“In order to have great happiness you have to have great pain and unhappiness - otherwise how would you know when you're happy?” -Leslie Caron
Selamat tinggal, April.
Selamat datang, Mei
Jumat, 13 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Pesan seorang polisi yang (mungkin) juga mewakili rekan polisi lainnya.
"Kalau kami boleh demo, kami lebih depan dari anda, hai mahasiswa. Kalau kami boleh bicara, kami akan bicara lebih lantang dari anda, wahai mahasiswa. Andai anda tidak anarkis, maka kami tak akan berdiri tegap, tapi justru berangkulan dengan anda. Apakah kalian tidak paham bahwa kami juga merasakan pahitnya bila harga melambung tinggi? Apakah anda pikir keluarga kami makan peluru? Stop anarkis, akan kami kawal aksi damai dan aspirasi anda…"
(Reza Indragiri, Jawapos)
(Dari status FB Cahya FN)
(Source: wznipradana, via renirahmahidayani)
Langganan:
Postingan (Atom)

