pelangi..pelangi...

pelangi..pelangi..
alangkah indahmu..
merah..kuning..hijau..
dilangit yang biruuu...

pelukismu agung...
siapa gerangan...
pelangi..
pelangi..
ciptaan Tuhann...

Sabtu, 06 Agustus 2011

100 th Posting :D

Happy anniversary of one hundred!!!
Selamat 100 postingaaan !!!!


Hehe, ini adalah postingannya saya yang ke 101, tak terasa saya udah mengeluarkan 100 cuap-cuap diblog ini.
Walaupun emang belum seberapa sih, jumlah 100 adalah jumlah yang tidak berarti di dunia blogger, tapi saya tetap senang kok hee.
Hehe. Cerita yang sedih, senang, sedih lagi, senang lagi, semuanya saya tulis disini.
Selamat dan Terimakasih yaaaa, pelangiku, smoga engkau selalu terang dengan warna-warna indahmu.
Terimakasih yaaa buat para pembacaaa :)

Rabu, 03 Agustus 2011

Hello Stranger

ini film, cocok buat anak muda jaman sekarang yang gampang labil, ini film lumayan menghibur, hmm eh sangat menghibur, tapi tapi tapi endingnya malah bikin labil sih, hehe.. senggaknya bisa bikin ngakak dulu di tempo awal ampe tengah,



Thai film, Check it out, “Hello Stranger”, full recommended.

Senin, 01 Agustus 2011

Kami mohon, berhentilah.

Kami hanya merasa bosan, kami lelah, kami hanya merasa jenuh, bukan karena kami sendiri. Tapi merasa dengan mereka, ya mereka.

Sebenarnya sangat malas untuk membuang waktu untuk memikirkan hal yang sebenarnya tidak membantu, tidak memberikan suka, hanya perasaan menjadi sampah di balik tingkah mereka.
kami menjaga, kami diam, kami tidak ikut campur, kami tidak menghakimi, kami tidak menggubris, kami tidak sibuk di kesibukan orang lain, kami tidak menerka.
Tapi mengapa mereka selalu tidak menjaga, mengapa mereka selalu berisik, mengapa mereka selalu ikut campur, mengapa mereka selalu menggubris, mengapa mereka sibuk di kesibukan orang lain, mengapa mereka menerka?

Kami kehilangan kepercayaan dan kami pun menghilangkan kepercayaan.
Maka dari itu, kami mohon, berhentilah membicarakan kami, berhentilah menggubris kami, berhentilah membebani kami, berhentilah memikirkan kami, berhentilah menerka kami.
Jika kami dianggap sombong karena kami tidak mengerti dengan ini semua yang mereka sebut dengan perhatian, maka sebenarnya kami merasa ini bukan perhatian, ini beban.
Memang, kami siap sakit, kami siap menderita, kami siap terhina, karena kami tidak munafik.
Sejauh ini kami bisa bertahan, setidaknya dengan cinta kami yang besar.

Tak banyak yang bisa kami lakukan, masing-masing dari kami hanya punya cinta. kami tahu persis bahwa tidak bisa cukup hanya dengan cinta. cinta tidak bisa dimakan, cinta tidak bisa diajak bicara. cinta tidak mau tahu menahu.
Tapi cinta itulah yang terus mendesak kami.
Kami, saat seseorang di sekitar kami menyebut salah nama dari kami, detak jantung yang cepat luar biasa langsung kami rasakan.
Tidak ada yang hebat dari nama kami, biasa saja, tapi, saat salah satu dari kami mendengar salah satu nama disebut, rasanya ingin sekali kami bersama pada saat itu juga.

Kami, tidak sama.
Kami, bagai langit dan bumi, seolah tidak akan pernah bisa berdekatan, namun saling melengkapi. Kami, seperti air dan api, dimana suatu saat air bisa jadi sesuatu yang bisa meredamkan api, namun justru suatu saat apinya akan jadi besar karena air itu sendiri
Seperti itulah, kami.

Kami tidak punya siapa-siapa.
Kami tidak punya orangtua, kami tidak punya sahabat.
Kami hanya punya Tuhan kami.
Tuhan kami lah, yang terus ada bersama kami.
Kami ada, karena Tuhan kami jua.
Jika kami tidak ada lagi pun, maka Tuhan jualah yang berhak memutuskan.
Kami, jangan pernah remehkan kebersamaan kami.
Kami, jangan pernah rendahkan keyakinan kami.
Kami, entah kami terlalu busuk atau terlalu berharga untuk dibagikan kepada mereka.
Kami, biarlah kami.

maaf kami, maaf, kami yang tak pahami semua ingin mereka, maaf kami, maaf , kami yang tak mampu iyakan semua inginnya mereka. 

Mereka tidak tahu apa-apa tentang kami, mereka tidak mengerti apa-apa tentang apa yang kami rasakan, sudah cukup, kami bosan!
Jangan khawatir, kami tetap berdoa semoga mereka suatu saat tidak mengalami apa yang kami alami, atau bahkan kelak anak mereka tidak terjebak seperti kami.
Kami mohon, apapun alasan mereka, mereka.jika hanya terus membebani kami,
Mohon sampaikan pada mereka, 

berhentilah, berhentilah, berhentilah, berhentilah, kami mohon berhentilah.

Jumat, 22 Juli 2011

Sebulan


Seperti biasa, halte kantor bergengsi itu menjadi peraduan saya setiap sore selama sebulan ini. Saya selalu sudah siap dengan headset di telinga, masker di mulut, dan novel karya Djenar Maesa  di tangan. Menunggu patas 134 favorit saya, jurusan Depok. Hari ini saya mau naik bus pokoknya, apapun yang terjadi pokoknya harus naek bus. Biasanya saya naek kaleng sarden manusia, dimana saya harus rela jadi salah satu sardennya (red: kereta komuter line)

Pemandangan saya sore ini sama seperti sore-sore kemarin, sore hari di salah satu sudut Djakarta, angkot ngetem disana sini, bajaj ngegas di mara mari, gak afdol kalo ga ditambah sama ojek klakson ntan ntin ntan ntiin..
Di depan saya, ibu-ibu dan bapak-bapak kantor ngerumpi sambil nungguin mobil jemputan. Saya masih anteng dengan novel saya. Sesekali saya merhatiin jalan ngeliat nomor-nomor bus-bus patas yang lewat.

17.12 WIB, Patas 134 lewat.
Saya langsung lari ke tengah jalan, seumur hidup saya, baru kali ini saya naek angkutan umum di tengah jalan, hanya di kota Jakarta lah anda bisa melihat atau mengalami sendiri proses naek dan nurunin penumpang di TENGAH jalan, bener-bener di TENGAH jalan.
Seperti biasa, saya duduk di kursi deket jendela, kursi dimana saya bisa menikmati pemandangan indah, indah banget, macet dimana-mana, pengemis dimana-mana, blom lagi kalo ngeliat  pemandangan kaleng sarden manusia lewat. Ohhhh…

Bus saya ngelewatin rute pasar senen, disini biasanya macet, disini juga biasanya hiburan datang, pengamen-pengamen bermodal mulai naek ke bus, dan menggenjrengkan gitar mereka.
Saya hafal, kalo posisi bus di sekitar senen  ini, pengamennya pasti nyanyi lagu rohani, walaupun saya tau itu lagu rohani Kristen, tapi kadang-kadang saya suka dengan lirik dan melodinya, disertai suara mereka yang merdu diiringi alunan petikan gitar mereka.
“slalu ada jalan, saat seakan tiada jalan, sebab Tuhan ada di dekatku, membuka jalan bagiku”

Pengamen-pengamen lagu rohani ini biasanya berdendang hanya sampai Cempaka Putih,
Kalo daerah sini, rona pengamen berganti jadi para ALAY-ers, mereka adalah kalo ga cowok2 bertindik atau pake rante yg dikaitin di kantong jeans mereka, sambil bawa gitar bo’ong bo’ongan itu, kalo ga anak-anak kecil yang lusuh yang nyanyi lagunya Bang Toyib pake alat musik botol yang diisi sama beras.

Kalo udah mereka naik, saya udah siap sama music MP3 buat di ON in, maaf bukannya ga menghargai, tapi yang ngamen biasanya suaranya ancur paraaah. Untung bus nya AC, jadi ancurnya ga naek ampe ubun-ubun orang yang denger mereka nyanyi.
Lewat dari cempaka putih, mata saya biasanya sudah mulai sayup, dan perlahan merem.

Yaa, entah kenapa, selama magang ini, badan saya manja banget, cepet capek, cepet pegel.
Ngomong-ngomong magang, saya baru saja melalui magang selama kurang lebih sebulan ini.
Magang yang memberikan banyak suka dan duka, semoga suatu saat saya bisa kembali lagi kesana, tapi bukan sebagai tamu, tapi sebagai PEGAWAI, hehe amiin.
Belajar gimana ruwetnya bikin planning dalam instansi, belajar gimana pentingnya interaksi dan ramah tamah dalam bergaul, belajar pentingnya nerima orang apa adanya, belajar berpikir positif. 

Belajar bangun pagi, belajar jadi manusia sarden, belajar ganti sandal dan sepatu di tempat umum, belajar naek turun angkutan umum di tengah jalan, belajar ngapalin nama-nama stasiun KRL, belajar semuaanya, yang ga bisa saya dapet di bangku kuliah manapun.

Pagi-pagi, jam 6, terakhir saya mandi jam 5 subuh itu adalah zaman SMA pas sekolah masuk jam setengah tujuh pagi.
Masuk dunia perkuliahan, saya lupa kapan saya harus mandi jam 5 subuh untuk berangkat kuliah, ga pernah sepertinya,
Kebiasaan ini kembali pas magang ini, brgkat pagi-pagi dan bersiap jadi manusia sarden yang siap dikemas dalam kaleng sarden raksasa dinamakan KRL Komuter Line Jabodetabek, what a cool name is !!

Saya dikemas di stasiun Pondok Cina Depok, dan siap di santap di stasiun Gambir Jakarta.
Akhirnya setelah satu bulan, saya kembali berubah jadi manusia normal sekarang.

Aah, busnya sedang melaju di tol Dukuh 3 saat saya terbangun, dan mendengar dendangan pengamen yang nyanyiin lagu nya Ebiet G. A de. Perjalanan masih jauh pikir saya.
Pernah suatu hari saya ketemu dengan seorang doctor lulusan Yale University (USA), siapa yang mengira seorang lelaki paruh baya yang memakai kaos oblong, topi kupluk, sandal jepit, disertai dengan kantong kresek yang dia tenteng sejak naek bus, adalah seorang doctor lulusan Amerika..
Saya ngobrol banyak dengannya, dibagi pengalaman olehnya.
Satu nasehat dari nya “be on time, and you will always be on”

Ah, perjalanan ini, banyak pelajaran yang bisa diambil, dan membuat saya kembali sadar bahwa saya harus segera kembali ke kenyataan dan semangat meneruskan perjuangan.
Seorang mahasiswa yang merantau jauh dari orangtua, mencoba meraih cita-cita, bukan untuk apa-apa, hanya untuk membuat orangtua bangga dan bahagia.

Sebulan ini, tak pernah saya lupa, suka duka, jerih payah, menjadi salah satu tahap penting dalam hidup saya. terimakasih. Terimakasih deasy, desti, andan, ecy, juan, ihwan, dede, anu, mely, betri, anya, mereka adalah teman seperjuangan.

Terimakasih Bu Dini, Pak Anang, Pak Danang, Bu Erma, Bu Is, mereka adalah sosok yang membimbing selama sebulan ini,
Terimakasih Mas Acong, Mas Dirjo, Mbak Rita, Mas Bowo, Mas Bobby, Pak Andi, Pak Herman, senyuman kalian sangat berarti bagi saya, terimakasih.

Patas 134 keluar tol, dan mulai memasuki rute Lenteng Agung, di jalan inilah, pengamen-pengamen bersuara setingkat Glenn Fredly mulai beraksi,
I’m Yours, The Show, Sekali ini Saja, Love Triangle, Closed, menjadi tembang penutup yang disembahkan oleh pengamen-pengamen itu dalam perjalananku menuju jalan margonda raya. Terimakasih mas pengamen.



Jumat, 01 Juli 2011

Gegap Gempita Hadirnya si Jul Tahun Ini

Selamat pagi dunia!

Hari ini 1 Juli 2011,  hari ini tepat 3 tahun saya meninggalkan tanah Palembang dan menginjakkan kaki di Jakarta untuk menuntut ilmu ini. Saya mau anniversary an ah nanti pas pulang dari kantor. Biar berasa tiga tahun nya, cuma yang berbeda adalah kalo orang-orang pacaran ngerayain tiga tahunan berdoa semoga hubungan mereka dengan pasangannya berlangsung abadi dan selamanya.

Tidak untuk kali ini, tiga tahunan ada di kampus, saya ga akan memanjatkan doa agar bisa berlangsung abadi dan selamanya. Haaha, akan kuakhiri hubungan ini tahun depan,,heee…
Eits ya, hari ini satu Juli juga hari dirgahayu nya POLRI, wah papa dan kakak saya lagi pesta pora nih, smoga POLRI bisa makin jaya dan smakin baik kinerja nya…kalo hari ini biasanya papa dan kakak sibuk bangun pagi-pagi untuk ikut upacara peringatan dirgahayu, dan pulang kerumah dengan bawa banyak makanan, haahaaha…

Dan besok adalah hari dimana hari tiga tahun yang lalu pertama kali saya menginjakkan kaki di kampus saya yang tercinta ini, kampus kebanggaan orang-orang, kampus kebanggaan Indonesia, kampus kebanggaan mama papa, kampus idaman anak-anak SMA.
Saya bersyukur kepada Allah, satu-satunya Dzat yang melindungi dan meridhoi saya.
Semalem, rumah kontrakan yang saya tinggali kemasukan maling. Saya takut banget, takut sekali, sangat takut, amat takut.

Ternyata begini rasanya rumah dimasukin maling, lebih dari rasa takut pas naik hysteria di dufan pertama kali, lebih dari rasa takut nyebrang di jalan margonda raya, lebih dari rasa takut ngeliat hantu, ehh ga jadi deh, masih lebih serem ngeliat hantu kok, ahh pokoknya serem banget. Tapi saya ga sempet ketemu sama malingnya semalem, saya tulis surat deh buat dia, 

“Oh mas-mas atau mbak maling, atau ses maling, gimana keadaan kamu? Gimana-gimana? Rasanya setelah mampir ke full house saya? eh kamu semalem mampir ngambil laptop dan hape nya novita sama umi ya? Kok ga bilang-bilang sih mas? Mbak? Atau ses? Ih kamu jadi maling kok ga sopan sih mas? Mbak? Ses? Mbok ya kalo mau dateng tuh bilang-bilang dong, kan bisa saya suguhin makanan, atau kita bisa masak bareng di dapur..
Oh iya, mas-mas ato mbak-mbak maling ato ses ses maling, kamu semalem masuk diem-diem kefull house saya, kamu udah ngintip saya sama temen-temen saya tidur yah? Ih kamu kok gitu sih? Kenapa ga dateng permisi gitu, biar kita bisa tidur bareng sekalian…
Ahhh, semoga kamu bisa selamat ya mas-mas ato mbak mbak ato ses ses maling, kampung kamu dimana? Kampung sukamaling ya? Atau kampung malingarjo? Salam deh buat keluarga kamu ya, semoga amal dan ibadahnya bisa diterima Tuhan yang Maha Kuasa.
Kamu ga ngambil laptop saya kenapa? Laptop saya jelek dan ga berharga ya? Ya deh, oke laptop saya emang jelek dan berharga, tapi saya kok ngerasa muka kamu dan hidup kamu lebih jelek dan lebih ga berharga deh dibanding semuanya.
Aduh, saya lagi ngebayangin muka kamu deh, aduh saya galau nih, galau mikirin kamu yang cowok atau cewek. Atau jangan-jangan kamu manusia jadi-jadian, siluman ular? Siluman tengkorak?
atau jangan-jangan kamu seganteng christian sugiono, atau kamu secantik dian sastro, ah atau muka kamu mirip sule? Atau mirip tukul?
atau kamu ga punya hidung? Ga punya mata? Ga punya hati? Makanya kamu stress trus memutuskan untuk berprofesi sebagai maling.
Aah saya jadi pengen wawancara mendalam sama kamu, bisa juga lah kapan-kapan jadi judul essay saya, atau mau jadi responden atau narasumber saya buat skripsi saya nanti mas?
Judulnya gini, “analisis faktor kefrustasian wajah terhadap kecenderungan sifat permalingan” gimana-gimana? Keren ga mas?
Ntar saya kasih souvenir dan payung cantik deh, yaaah, tapi kamu maunya laptop ya? Yaaah, ga punya duit saya mas. Tapi kamu butuh duit buat hidup pasti ya mas, ya mas, kenapa ga kerja keren aja sih mas, ngamen kek, pura-pura buta kek, pura-pura cacat kek..ngapain gitu ah, jadi maling kamu jadi ga sopan mas..
Aduh mas-mas maling, kamu tuh buat saya takut deh, takut banget, kamu ga bisa gitu minta duit sama mama papa kamu buat beli apa yang kamu pengen? Ngambil barang orang itu dosa mas, kan temen saya jadi sedih, ga tau ya kalo dia nabung dan ngumpulin duit sendiri buat beli laptop itu? kamu nya asal ambil aja.
Kasihan kamu mas, nanti muka kamu gosong lho pas di akhirat.
Mas-mas maling yang bersahaja, gini aja deh, mas-mas semoga sehat ya disana, smoga ibu kamu ga masuk neraka karena ulah kamu, smoga bapak kamu ga celaka karena ulah kamu, dan semoga kamu bisa hidup tenang ya mas, smoga makan mu ga jadi racun ya di dalam tubuh kamu.
Nanti, suatu saat kamu kangen mau kerumah full house saya lagi, kamu mbok ya sms dulu toh, biar tak panggilin papa dan kakak saya, ntar papa saya suruh bawa temen-temennya ya, supaya kamu ketemu langsung sama papa saya, ah pasti kamu terharu deh mas bisa ketemu sama papa saya,.
Ya udah mas, udah dulu ya, pasti kamu ngantuk ya mas, semalem abis mampir-mampir kerumah orang.
Salam manis semanis manisnya dan sepanas panasnya dari saya yah.”

aaaah, Juli yang indah, kenapa dateng-dateng langsung bikin deg-degan sih, nyantai dong Jul.
Nih saya titip doa buat kamu ya Jul, magang saya lancar, badan saya sehat, orangtua saya sehat, keluarga saya sehat bahagia, keponakan saya sehat, orang-orang tersayang sehat, semuanya sehat, oh iya, saya juga rencannya mau pulang kampung nih Jul, pas kamu udah deket-deket pergi dan digantiin sama agus (agustus), kamu bantu saya wujudin itu ya jul, 

Oke jul? oke kan? Selamat datang ya Jul…

Rabu, 29 Juni 2011

Okelah kalo beg-beg-beg-begitoooh

Yeaaaay, besok liburrrr! Saya bisa konkow konkow sama kasur dan guling saya seharian.
Aaaah, setelah berjibaku dengan kantor selama dua hari (haha, padahal magabut sih di kantor)
Sebenernya ga juga sih, MAGABUT itu kan artinya = Makan Gaji Buta, lha orang saya ga digaji, berarti saya ga magabut juga dong, haha,,

Hari ini saya ga ada kerjaan lagi di kantor, supervisor saya pergi mulu, udah kayak artis aja, pertemuan ini lah, pertemuan itu lah, meeting ini lah, meeting itu lah, coba sekali meetingnya ajak-ajak saya dong Pak, biar saya nya berasa jadi orang penting gitu.
Seharian di kantor cuma cengok doang sambil ngerjain BAB II laporan akhir,
Hari ini, berhubung besok libur, maka saya dan geng konkow (kata ecy namanya meteor garden dan trio kwek-kwek terdiri dari juan, anugrah, ihwan, eci, dede, dan saya sendiri), kami ini adalah pasukan yang mungkin slama sebulan ini akan menghabiskan waktu bersama di kala senja, haha..

Kita mampir ke pameran flora dan fauna di lapangan banteng deket kantor. Ceritanya emang pameran flora dan fauna, tapi pas masuk, yang rame adalah binatang-binatang unyu seperti hamster, kelinci, kucing, anjing, kura-kura, ular, burung, ayam. Haha, saya kira bener-bener fauna yang lengkap, tapi saya juga ga bisa bayangin kalo ada banyak gajah, harimau, singa, jerapah, badak di dalam sana.
Belagak kayak anak kecil banget, saya selalu sok imut kalo liat mereka, kelinci-kelinci yang bulunya nge gemesin banget, anjing yang gedenya hampir setinggi anak SMP, hamster yang imut-imut maen di roda lambung nya itu, ular-ular yang diem aja kerjaaannya, burung dll.
Saya berasa lagi maen pilem yang judulnya “petualangan konkow”, lari sana lari sini, maenin anak anjingnya orang. Okelah, selesai yah konkow2nya,,mari pulang.

Pulang kali ini agak sedikit ngeyel menurut saya, berhubung kita udah kemaleman dan nunggu kereta AC masih lama, akhirnya mutusin buat naik kereta arah kota, tujuannya sih supaya bisa dapet tempat duduk gitu, haha,
Jegeeer, kereta dateng, naik gerbong wanita.
Duduk di pojokan. Saya dan ecy udah bahagia karena udah dapet kursi.
Jegeeer, ada ibu-ibu hamil. Oke, mari kita berjiwa besar dengan berdiri ngasih tempat duduk kita.
Jegeeer, ada ibu-ibu bawa anak. Berdiri lagi. ternyata saya baru tau, kalo kursi yang dipojokan itu khusus untuk orang-orang yang diutamakan duduk di dalam kereta, yaitu ibu hamil, lansia, dan ibu-ibu bawa anak.
Haha, gokil, abang-abang kondektur kereta ketawa-ketawa aja ngeliat saya dan eci.
Sedikit pelajaran saudara-saudara, dari sekian kali saya naik kereta itu, saya baru tau kalo kursi pojokan itu khusus buat penumpang yang diutamakan. Haha.

Akhirnya berdiri dari stasiun kota ke depok. Ngapain nih saya, pake headset rada-rada bosen, akhirnya mainin dedek kecil yang lagi dipangku ibunya, aaah,lucu, jadi inget ponakan saya nun jauh disana, dedek david, kangen banget sama dedek, udah bisa apa kamu dek?? Aaah, pokoknya jangan sampe dedek ntar ga kenal sama saya, dia harus kenal sama aunty nya yang imut imut ini, walaupun jarang ketemu.
Saya ga mau, nanti kalo dedeknya udah bisa ngomong, trus ketemu saya, dia nanya ke mamanya “mama, ini makhluk besar darimana? Atuuuut”, aaah tidaaak, ini acil mu dek (aunti cilik).

Aaah. Saya nulis beginian dalam keadaaan perut super duper kenyang.
Si umi tadi ngajakin beli makanan di warteg baru, warteg serba 3 ribu namanya. Masa’? kalo ada kerupuk, berarti kerupuknya juga 3 ribu juga dong? Kalo harga mas-mas atau mbak-mbaknya berapa? Jangan-jangan 3 ribu juga? Uppsss…

Warteg nya ini baru, baru buka selasa kemaren, letatknya di tepi jalan margonda, persis di deket gang universitas guna darma. Untuk sebutan warteg, lumayan keren lah, modelnya prasmanan tapi menu-menu anak kuliahan banget, dalemnya keren model café, trus full music, musik jaman sekarang bukan musik dangdut koplo yang biasa saya denger di warteg2 biasa itu.
Yang gokil, begitu saya dan umi mau masuk, disambut ceria banget sama mas-masnya, berasa masuk restoran, eh pas mau jalan ke arah meja prasmanan, mas-mas nya ngikutin pake sepatu roda, saaaaaat,,,,saya kaget, saya kira masnya mau salto, ternyata dia pake sepatu roda, oooh, ternyata syle mas-mas wartegnya begitu, haha gokil, untung saya dan umi gak dikalungin bunga sama dikasih makanan pembuka juga, haha, bisa tiap hari saya makan disana.

Sejak kuliah 3 tahun yang lalu (waw, udah tiga tahun ya?), warteg lah tempat saya mencari makan, yang udah banyak menu makanannya, yang menurut saya semakin banyak semakin bingung memilihnya, dan semakin bosan kalo setiap hari menunya itu-itu aja.
Berhubung saya tidak terlalu suka makanan yang dimasak dalam porsi yang banyak, yaah, maka lebih sering saya makan makanan yang sekali masak. 

Ngomong-ngomong masalah warteg, saya jadi inget eci, yang dulu suka banget muter lagunya “okelah kalo begitu” miliknya warteg boys, saya ga suka banget sama lagu itu, temennya lagu udin sedunia lah, bisa dibilang begitu. Dulu saya pernah berpikir kenapa namanya bisa wartegboys? Oh mungkin karena orang-orangnya suka nangkring di warteg kali ya,. Oh no, untung saya ga begitu, kalo ga, lama-lama kita bakal di sebutin “warteg gilrs” sama mas mas depan gang.

Ya udahlah ya, saya bingung ini saya lagi cerita apa sih ni? Haha..
Ya udahlah ya, yang penting bisa nulis.
Like warteg boys said “ okelah kalo beg..beg..begitooh”

Selasa, 28 Juni 2011

Leganiation

Saya badmood, saya bete, pengen nangis, saya ga tau kenapa.
Saya mutusin buat nulis gini-ginian aja deh, biar lega.
Ngomong-ngomong tentang nulis, udah berapa banyak ya jumlah cuap-cuapan saya di blog ini, mulai dari tulisan pas saya lagi senang, pas saya lagi capek, pas saya lagi sedih, pas saya lagi cemas, pas saya lagi geje, pas saya lagi marah, semuanya saya tumpahkan disini.

Saya jadi teringat obrolan waktu beberapa bulan yang lalu, lupa kapan tepatnya.
Obrolan dengan teman dengan  berbeda-beda orang di kampus.
1. “nin, gw tadi baca blog lo, lucu sih, tapi kok ga penting sih nin?”
2. “nin, apaan sih cerita begituan ditulis di blog?”
3. “ya elah, ngapain lo bikin blog kalo yang diceritain cuma yang begitu-begituan? Itu mah namanya bukan blog, itu namanya lo bikin buku harian, kalo lo mau cerita-cerita yang begituan, lo beli aja buku harian di kober sana, ga usah ditulis di blog”

Hahaha, aduh aduh, saya cuma diam dan cengar cengir doang.
Menurut lo? Raditya Dika bisa jadi terkenal dan maen film langsung dapet peran utama itu karena tulisannya yang SEMUANYA PENTING?
Menurut lo? Dewi Lestari meninggalkan dunia tarik suara, dan menekuni dunia tulis menulis itu karena dia  curhat BUKAN TENTANG PENGALAMAN PRIBADINYA?
Menurut lo? Moammar Emka bisa nyetak puluhan buku yang salah satu buku nya yang udah di bikin film dan menurut sebagian orang buku yang sensasional itu “Jakarta undercover”, itu bukan karena RASA PENASARAN yang dia ceritain di buku?
Menurut lo? Andrea Hirata bisa jadi penulis novel bestseller dan storiesidea beberapa film yang semuanya boxoffice di bioskop Indonesia, itu bukan karena KISAH NYATA hidupnya sehari-hari?

Begitu juga dengan saya,
Blog ini, blog yang saya buat dengan senang hati ini bukan berfungsi sebagai sarana pameran kok, saya itu cuma mau bercerita, berbagi , dan mengemukakan pendapat secara bebas, toh juga saya ga akan ditangkap sama polisi karena tulisan-tulisan saya di blog itu, toh juga saya ga akan dipenjara karena nyeritain hal-hal yang ga penting di internet.

Tenang aja, cita-cita saya bukan jadi penulis kok, bukan jadi penulis novel bestseller, atau jadi penulis buku inspiratif, atau jadi penyumbang ide cerita sebuah film. Sampai detik ini, cita-cita saya cuma satu, semoga suatu saat saya bisa jadi PNS yang baik, supaya keinginan mama dan papa terwujud, dan saya bisa membahagiakan keduanya dimanapun mereka berada. Hanya itu kok. Jadi lo ga perlu ngebayangin suatu saat orang-orang minta tanda tangan gue sebagai penulis terkenal.
Saya mau koprol depan belakang, saya mau jungkir balik, saya mau loncat loncat, toh juga ga ada yang peduli kan.

Semoga saya masih bisa berpikiran positif, seperti kata papa “Orang yang banyak komentar itu sebenarnya orang yang ga ngerti apa-apa tentang apa yang dia komentarin itu”.

Saya bersyukur, saya bisa mengemukakan pendapat disini. Saya bersyukur saya bisa bercerita disini, saya bersyukur saya bisa mengekspresikan imajinasi dan khayalan saya disini. Saya bersyukur saya bisa menuangkan ide-ide saya disini. Saya bersyukur saya bisa mengungkapkan perasaan saya.

Kalo tulisannya bagus dan ada yang suka, ya syukur.
Kalo ada yang ga suka, ya udah, blog nya tinggal ditutup, ga usah dibaca lagi, toh saya juga ga punya niat jahat dengan tulisan-tulisan saya di blog ini.
Ini blog saya, cerita saya, cerita yang menurut saya bermakna, karena itu juga saya post di blog.

Aah, udah ah, ntar emosi, lama-lama dosa.

Makasih aja buat yang udah baca blog saya, baik itu yang suka maupun ga suka, makasih ya..


Senin, 27 Juni 2011

Happy not Sunday

“Happy Sunday, sayang!, smoga hari ini nyenengin yah”
Kalimat ini sudah saya hafal di luar kepala kalo dari rentang dari jam 7 pagi ampe jam 11 ada sms yang masuk.
Hari ini,  smsnya masuk jam setengah 8, jam dimana saya udah cengok ga ada kerjaan apa-apa.

Jadi begini, berhubung ini blog saya, yang mengelola saya, jadi isinya tentang apa pun adalah hak saya, maaf kepada pihak yang males membaca blog saya, ya udin lah yaaa..

Saya stress hari ini, hari ini hari minggu.
Hari dimana kalo lagi ada temen-temen kosan disini, kita bisa jogging bareng, sarapan bareng, masak bareng, ngakak bareng.
Hari dimana kalo lagi dirumah, saya bisa nemenin mama belanja ke pasar, beres-beres rumah, bisa nemenin mama atau ayuk kondangan atau arisan, bisa pacaran sama dyas, atau bisa nonton TV sambil minum teh sore-sore sama papa.
Tapi, minggu hari ini berasa ada pembentukan planet baru di hidup saya.
Berasa ada planet yang namanya plongok atau krikurius atau apalah itu, yang penghuninya saya doang.

Saya bangun tidur sendiri, mandi sendiri (ya iyalah, masa’ ditemenin), makan sendiri, nonton TV sendiri, ngomentarin gossip di TV sendiri, denger musik sendiri.
Ahh, hari ini saya sebatang kara. Mamaaaaaa…
Tumben saya bangun pagi di hari minggu ini, hari sabtu kemaren juga, mungkin karena sudah 5 hari ini saya bangun pagi mulu kali ya, kebawa ampe hari sabtu dan minggunya, haha..,
Abis subuh saya ga tidur lagi, mata udah saya meremin, badan udah saya rebahin, music udah saya dengerin, tapi saya ga bisa tidur lagi juga. Akhirnya saya galau, inget rumah, inget dyas, inget smuanya.

Rumah bersih, kamar rapi, cucian kotor ga ada, cucian baju udah dicuci sabtu kemaren, setrikaan udah selesai semalem. Lha trus saya ngapain lagi?
Jam 6 saya beranjak, buka laptop, twitteran, ga ada yang asik, matiin lagi.
Buka jendela, buka pintu, buka baju, lho? Haha, biar udara segar pagi hari masuk, trus ngapain lagi?
Nonton gossip, laura basuki nikah, trus apalagi ya?
Aaaaah bosen.
Cari sarapan, ke depan, abang ketoprak ga ada, ibu nasi uduk ga jualan, akhirnya beli nasi warteg di jalan depan. 

Dan geje lagi, pengen cari bahan buat laporan akhir magang ceritanya, tapi males, ntar dibilang sok rajin lagi, pagi-pagi buta bgini udah nyari bahan kuliah aja,
Akhirnya nonton TV, ceriwis, ala-chef, insert, boseeeeen.
Buka laptop lagi, buka facebook, home isinya orang-orang itu aja, yang setiap detik update status, buka twitter, lagi males ngeliatin timeline, buka folfer film, ga ada film yang belom ditonton, setel musik,
Bingung, akhirnya nyanyi-nyanyi sendiri, masukin list, semua genre music udah saya masukin semua,
Pop Indonesia, rock Indonesia, jazz, RnB, tembang kenangan, pop sunda, pop jawa, Korean pop, japan pop, west pop, melayu, dangdut, music anak, semuanya saya masukin playlist.
Teriak-teriak sendiri, nyanyi-nyanyi sendiri, berasa penyanyi beneran.
Saya ga peduli, saya teriak sekenceng apapun, ga akan merubah kenyataan kalo saya sekarang sedang sendiri banget! Pemilik planet krikurius. Saya lah penguasanya.

Setelah capek nyanyi-nyanyi sendiri, udah jam 1, isi perut lagi ah, haha…
Makan lagi, nasi padang. Gimana saya ga tambah gemuk kalo gini,
Oh iya, saya inget, ada final Indonesia open hari ini, oke nikmat nih kalo makan nasi padangnya sambil nonton final. Tiiit, buka trans7, ga ada gambarnya, semut semua, cuma ada suaranya doang, aahhh, krik krik, berasa denger suara radio doang, akhirnya saya memutuskan untuk matiin TV lagi, alhasil makan ditemenin lagu tembang kenangan nya pance pondag, jadi berasa makan siang di kondangan.

Abis makan apa nih? Tidur sepertinya pilihan yang tepat. Oke, naiklah sekilo lagi timbangan saya,
Tidur. Sendiri. Azan ashar kebangun. Ngapain lagi nih? Buka TV, si ganda putri lagi tanding tuh kayaknya, aduh jadul abis, Cuma bisa denger suara komentatornya doang. Gara-gara TV semutan.
Oh Tuhaaan, ampuuun, biarin saya kembali ke Bumi lagi dong, walaupun saya penguasa planet krikurius ini, tapi saya sepertinya masih cinta sama Bumi.

Besok magang lagi, artinya bosen lagi.
Akhirnya punya niat untuk nyari teori buat laporan akhir magang.
Mandi, setel music kenceng-kenceng, setel TV kenceng-kenceng, biar gak berasa kayak browsing di kuburan.
Laper lagi, makan lagi.
Jam 7, udah ngantuk. Oh, saya rasa hari ini timbangan badan naik 5 kg lagi.
Oh tidaaaaaaaaaak, maamaaaaaa mau pulaaaaaaaang.